Proyek Gas JTB Dapat Dinikmati 2020

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:38 WIB
gas
Proyek Gas JTB Dapat Dinikmati 2020
Pertamina. MI/SAFIR MAKKI.

Jakarta: Pembangunan proyek EPC GPF (Gas Processing Facilities) dalam pengembangan Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Bojonegoro, Jatim akan rampung pada 2020.

Proyek ini dijadwalkan beroperasi setelah 36 bulan mendatang dengan hasil akhir gas dari lapangan JTB yang terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km berdiameter 28 inci.

JTB merupakan lapangan fasilitas yang dimiliki oleh PT Pertamina EP Cepu untuk memproduksi sales gas yang akan dikirim melewati saluran pipa gas sepanjang 11,5 km ke pembeli (PLN) melalui saluran pipa gas PT Pertamina Gas.

"Dengan perencanaan yang ada kami menargetkan proyek JTB 'onstream' pada kuartal keempat 2020 dan manfaatnya dapat dinikmati masyarakat khususnya industri di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang membutuhkan gas," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

Adiatma mengatakan pekerjaan EPC GPF mencakup penyiapan fasilitas produksi mulai di wellpad, flowline, gathering line, dan export pipeline, fasilitas pemurnian gas JTB dan sharing facility CPF Banyu Urip.

Proyek ini menelan belanja modal (capital expenditure/capex) USD1,547 miliar dengan kapasitas produksi rata-rata 315 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) selama 14,8 tahun. Lapangan JTB telah mendapatkan komitmen pembelian gas sebesar 172 MMSCFD.

"Proyek diperkirakan dapat menyerap sekitar 6.000 tenaga kerja pada puncak pelaksanaannya," ujarnya.

Adapun tender EPC GPF Proyek JTB dimenangkan oleh Konsorsium Rekayasa Industri karena memberikan harga penawaran terendah yakni USD984 juta atau USD105 juta lebih rendah dibandingkan penawaran peserta peringkat kedua.

Sebelumnya, Pertamina melalui anak perusahaannya PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menandatangani kontrak pekerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) untuk fasilitas pemrosesan gas (GPF) Proyek Pengembangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB).

Penandatangan kontrak EPC GPF JTB dilakukan di Kantor PEPC antara Direktur Utama PEPC, Jamsaton Nababan dan Konsorsium PT Rekayasa Industri-JGC Indonesia-JGC Corporation yang diwakili Plt Direktur Utama PT Rekind, Jakub Tarigan pada Senin 4 Desember 2017.

Hadir dalam penandatanganan antara lain Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam, Deputi Pengendalian Pengadaan Satuan Kerja Khusus Palaksana Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Djoko Siswanto, dan Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf.


(SAW)