2018, Pertamina Targetkan Pengeboran 70 Sumur di Blok Mahakam

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 09 Nov 2017 16:38 WIB
blok mahakam
2018, Pertamina Targetkan Pengeboran 70 Sumur di Blok Mahakam
Blok Mahakam. (FOTO ANTARA/Yudhi Permana)

Jakarta: PT Pertamina Hulu Indonesia menargetkan pengeboran 70 sumur minyak dan gas (migas) dalam rencana kerja 2018. Sumur-sumur tersebut terletak di Blok Mahakam.

Direktur PHI Bambang Manumayoso menyebutkan yang telah dibor atau disebut existing plan of development (PoD) yakni 11 sumur terdiri dari sembilan sumur di rawa dan dua sumur di lepas pantai (offshore). 11 sumur tersebut merupakan yang dianggap ekonomis dengan harga minyak saat ini. Sebab, sebelumnya ada 64 sumur yang berpotensi dieksekusi namun kemudian disaring.

"Pada saat di-approve, harga minyak itu USD100 sehingga kita beranggapan bisa mengebor 64 sumur, tapi sekarang kita dipatok harga minyak USD48-USD50, atau separuhnya sehingga hanya bisa mengebor yang ekonomis 11 sumur," kata Bambang dalam bincang media di daerah
Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 9 November 2017.

Adapun untuk new PoD atau potensi sumur baru untuk digali, dari 170 sumur yang dianggap memiliki potensi, hanya 49 sembilan sumur yang dianggap sesuai dengan harga keekonomian di mana terdiri dari 44 sumur di rawa dan lima sumur di offshore. Rencananya yang akan dieksekusi terlebih dahulu yakni yang 44 sumur di rawa.

Namun, tambah dia, kemungkinan akan ada tambahan 15 sumur termasuk di dalamnya lima new PoD di offshore. Sebab, kata dia, pergerakan harga minyak saat ini dinamis. Ketiga harga minyak bagus, maka akan berdampak bagus pula ke harga keekonomian.

Selain itu, lanjut Bambang, hal ini merupakan hal yang baik untuk menambah produksi. Sebab, Indonesia masih kekurangan stok untuk minyak yang mana yang bisa diproduksi saat ini yakni 800 ribu barel per hari.

Sedangkan kebutuhan di Tanah Air mencapai 1,3-1,4 juta barel per hari. Sehingga ada gap produksi yang harus dipenuhi sekitar 500 ribu-600 ribu barel per hari.

"Kemungkinan tambah 15 jadi 70 sumur. Ini kan ini kesempatan sekarang harga minyak lagi naik karena kita disuruh tambah produksi, kalau enggak dimanfaatin, enggak diusulkan lagi kan rugi. Jadi ini baru masuk lima dulu, 10-nya lagi proses funneling," jelas dia.

 


(AHL)