Negara Hemat 20% dari Cost Recovery USD10,4 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 23 Sep 2016 10:31 WIB
cost recovery
Negara Hemat 20% dari <i>Cost Recovery</i> USD10,4 Miliar
Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan penetapan pengembalian biaya operasi hulu migas (cost recovery) sebesar USD10,4 miliar akan menghemat uang negara sekitar 20 persen.

Luhut mengatakan, penekanan pada besaran cost recovery tersebut seharusnya tidak mengurangi produksi justru akan menghemat uang negara sekitar 15 sampai 20 persen.

"Produksi sama saja, uang kita tambah hemat. Bisa 15 sampai 20 persen," kata Luhut di Komplek Parlementer, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 September.

Luhut menjelaskan, besaran cost recovery memang harus ditekan karena pemerintah ingin melihat lebih detil item per item penggunaan cost recovery tersebut.

Baca: Komisi VII DPR Mengkritisi Cost Recovery KKKS

Menurutnya, ada variabel-variabel tertentu yang menjadi penentu besaran cost recovery Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Sebagai contoh, Luhut menyebutkan, terkait dengan biaya yang dikeluarkan KKKS dalam mencari migas di satu sumur dengan sumur lain. Pastinya, akan ada perbedaan biaya.

"Kita mau lihat detail cost recovery itu item per item. Tidak bisa juga seluruhnya dipukul rata, biaya di satu sumur dengan sumur lain kan beda," ujar Luhut.

Luhut yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan membawahi sektor ESDM ini juga mengungkapkan, mungkin selama ini pemerintah tidak terlalu detil dalam membagikan porsi cost recovery. Oleh karena itu, dia menginginkan untuk cost recovery tahun depan agar diperketat pembagiannya.

"Mungkin selama ini kita tidak terlalu detail, melihatnya secara umum saja," imbuh dia.

Meski demikian, Luhut menambahkan, pihaknya belum mendaftar banyaknya KKKS yang akan diawasi secara khusus penggunaan cost recovery itu. "Sekarang kita baru mau mulai, kan baru saya yang ngomong ini," pungkas dia.


(AHL)