PLTS Terpusat 100 kWp di Desa Balang Datu Diresmikan

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 09 Feb 2018 15:32 WIB
migaspltsenergikementerian esdmenergi terbarukan
PLTS Terpusat 100 kWp di Desa Balang Datu Diresmikan
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana. (FOTO: medcom.id/Annisa Ayu)

Takalar: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat 100 kilo Watt peak (kWp) di Desa Balang Datu, Mappakasungguh, Takalar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya warga desa Balang Datu hanya menikmati listrik pada jam-jam tertentu. Namun kali ini warga sudah bisa menikmati listrik selama 24 jam.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pembangunan PLTS ini dilaksanakan oleh Ditjen EBTKE pada Tahun Anggaran 2016. Setelah PLTS terbangun, listrik yang dihasilkan mampu menerangi 422 rumah dan delapan fasilitas umum.

"Menyampaikan bahwa listrik tanpa sadar sudah menjadi kebutuhan pokok seperti halnya makanan minuman. Sekarang tanpa listrik ini merasa ketinggalan. Dulu pernah ada listrik di sini tapi tidak nyala 24 jam," kata Rida, di desa Balang Datu, Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Februari 2018.

Rida menjelaskan pembangunan PLTS di wilayah remote area, pulau-pulau kecil serta daerah perbatasan seperti ini merupakan salah satu program yang tengah dijalankan pemerintah dalam upaya meningkatkan akses energi kepada masyarakat. Pembangkit listrik di daerah-daerah seperti ini memanfaatkan potensi energi setempat.

Ia pun melanjutkan, di Indonesia terdapat lebih dari 2.500 desa yang hampir yang belum teraliri listrik. Salah satunya adalah desa Balang Datu.

"Masih ada saudara-saudara kita, melihat bohlam lampu saja belum pernah apalagi merasakan terangnya listrik. Tanpa listrik pertumbuhan akan lambat," ungkap Rida.



Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar Nirwan Nasrullah mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dibangunnya PLTS ini.

Menurutnya, dengan adanya listrik anak-anak dapat belajar di malam hari. Di samping itu, masyakat desa yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan dan petani juga dapat mengembangkan usahanya lebih baik lagi.

"PLTS ini dibangun dengan susah payah, karena materialnya diangkut lewat laut dan dibawa ke lokasi sedikit demi sedikit. Perjuangannya sangat besar untuk membangun (PLTS) ini. Dengan adanya listrik, maka Balang Datu sudah tidak terpencil lagi. Produk-produk unggulan kita, lobster, udang bisa kita pasarkan lewat internet. Dengan listrik sangat membantu kita mengembangkan ilmu pengetahuan dan ekonomi," ujar Nirwan.

Adapun perjalanan menuju Desa Balang Datu memakan waktu sekitar 30-45 menit menggunakan speed boat atau 60-90 menit jika menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Takalar Lama ke dermaga Balang Datu. Saat hujan dan ombak tinggi, maka waktu yang dibutuhkan lebih lama lagi.

Pada Tahun Anggaran 2016 dan 2017 Ditjen EBTKE telah melaksanakan pembangunan lima unit Pembangkit Listrik PLTS Terpusat yang berlokasi di Desa Rewataya, Dusun Rewataya dengan kapasitas 50 kWp dan Dusun Lantang Peo sebesar 50 kWp.

Lalu, Desa Mattirobajji, Dusun Satanggalau dengan kapasitas 30 kWp dan Dusun Labotallua dengan kapasitas 30kWp. Serta, PLTS Terpusat di Desa Balang Datu, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, yang hari ini diresmikan.  Total kapasitas dari seluruh PLTS Terpusat ini sebesar 260 kWp dan melistriki lebih dari seribu rumah serta 40 fasilitas umum.

 


(AHL)


Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

Delegasi IMF Kembali Kunjungi Ikon Kota Denpasar

16 hours Ago

Mereka mengapresiasi inovasi dan community based yang sukses terbentuk di Tukad Bindu, ya…

BERITA LAINNYA