Fluktuasi Harga Tambang Internasional Memengaruhi Penetapan HPE

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 30 Nov 2017 15:09 WIB
pertambangantambang
Fluktuasi Harga Tambang Internasional Memengaruhi Penetapan HPE
Gedung Kementerian Perdagangan (Foto: dokumentasi Setkab)

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat fluktuasi harga internasional memengaruhi penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) periode Desember 2017.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan dibandingkan dengan HPE periode November 2017, sebagian besar komoditas mengalami kenaikan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 87 Tahun 2017.

"HPE produk pertambangan kembali mengalami kenaikan. Fluktuasi harga internasional menyebabkan naiknya HPE produk pertambangan. Hanya produk konsentrat besi, konsentrat timbal, dan konsentrat pasir besi yang mengalami penurunan," kata Oke, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 November 2017.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan dengan periode sebelumnya, kenaikan HPE dialami sebagian besar produk di periode Desember 2017. Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) pada periode Desember ditetapkan dengan harga rata-rata USD2.223,56 per WMT atau naik sebesar 1,95 persen.

Konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata USD247,88 per WMT atau naik sebesar 1,75 persen, konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata USD947,00 per WMT atau naik sebesar 0,19 persen.

Lalu, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD247,05 per WMT atau naik sebesar 0,247 persen, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata USD988,52 per WMT atau naik sebesar 0,78 persen, nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata USD17,50 per WMT atau naik sebesar 11,25 persen, dan bauksit (Al2O3≥ 42 persen) dengan harga rata-rata USD38,29 per WMT atau naik sebesar 0,15 persen.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen) dengan harga rata-rata USD50,57 per WMT atau turun sebesar 2,53 persen, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, dan magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata USD25,84 per WMT atau turun sebesar 2,53 persen.

Kemudian, konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD1.049,58 per WMT atau turun sebesar 1,7 persen, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata USD30,20 per WMT atau turun sebesar 2,53 persen, dan Pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) tidak mengalami perubahan.

"Penetapan HPE periode Desember ini ditetapkan setelah memerhatikan berbagai masukkan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait," pungkasnya.


(ABD)