Bangun Pembangkit Listrik 500 MW Menghabiskan Rp8 Triliun

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 18 Mar 2017 13:57 WIB
pembangkit listrik
Bangun Pembangkit Listrik 500 MW Menghabiskan Rp8 Triliun
lokasi proyek MPP Pembangkit Listrik 2X50 MW usai dikunjungi Presiden Joko Widodo di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Kamis (2/6/2016). Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meresmikan delapan pembangkit listrik Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 Megawatt dan sembilan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan bagian dari program 35.000 MW.

Direktur Umum PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan keseluruhan pembangkit tersebut diselesaikan melalui penugasan kepada anak perusahaan PLN, yakni Bright PLN Batam. 

Penyelesaian proyek ini hanya dalam waktu enam bulan terhitung groundbreaking oleh Presiden. Keseluruhan proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp8 triliun.

“Kami berharap dengan adanya delapan tambahan MPP tersebar berkapasitas total 500 MW ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan, terutama di NTB, Sumatera Utara, Lampung, Bangka Belitung, Pekanbaru Riau serta kalimantan Barat," kata Sofyan, di MPP Mempawah 4x25 MW, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 18 Maret 2017.

Baca: Jokowi akan Meresmikan PLTG 500 MW di Mempawah

Peresmian delapan unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN percepatan program 35.000 MW, serta peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019.

Adapun kedelapan MPP tersebut, yakni:
1. MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas ( 2 x 25 MW) yang beroperasi sejak 27 Juli 2016.
2. MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 September 2016.
3. MPP Tarahan-Lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 September 2016.
4. MPP Nias (1x25 MW) beroperasi pada 31 Oktober 2016.
5. MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016.
6. MPP Suge-Belitung (1x25 MW) beroperasi pada 22 November 2016.
7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) beroperasi sejak 9 Desember 2016.
8. MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) beroperasi pada 8 November 2016.

Sementara itu, infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat yang telah dibangun antara lain:
1. PLTU ketapang 2x10 MW.
2. SUTT 150 kV Parit Baru-Kota Baru sepanjang 44 kms.
3. SUTET 275 kV Bengkayang-Jagoibabang sepanjang 162 kms.
4. SUTT 150 kV Singkawang-Bengkayang sepanjang 140 kms.
5. SUTT 150 kV Singkawang-Sambas sepanjang 118 kms.
6. GI 150 kV Kota Baru dengan daya 30 MVA.
7. GI 150 kV Sambas dengan daya 30 MVA.
8. GITET 275 kV bengkayang 2x250 MVA.
9. GI 150 kV Bengkayang sebesar 30 MVA.

Menurut dia, ketersediaan energi listrik sangat strategis. Sebab, energi listrik berdampak pada perkembangan investasi daerah dan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, khusus sistem khatulistiwa dengan penambahan MPP Pontianak sebesar 100 MW, kini total daya mampu di sistem khatulistiwa mencapai 426 MW dengan beban puncak 300 MW.

“100 MW untuk sistem khatulistiwa. Artinya bisa memberi peluang penyambungan listrik untuk 120 ribu pelanggan baru," lanjut dia.

Sofyan mengatakan, penyelesaian infrastruktur kelistrikan tak terlepas dari peran serta masyarakat dan stakeholder. Selain itu, pemerintah daerah setempat juga telah membantu proses pembangunan kelistrikan.

 


(UWA)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA