Pertamina Kekurangan 700 Ribu Barel Minyak per Hari

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 08 May 2017 17:55 WIB
pertamina
Pertamina Kekurangan 700 Ribu Barel Minyak per Hari
Direktur Pengolahan Pertamina Toharso. (FOTO: MTVN/Ade)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengungkapkan kapasitas desain dari enam kilang untuk memenuhi kebutuhan energi nasional sebesar 1,040 juta barel per hari.

Namun demikian, Pertamina hanya mampu memproduksi sekitar 900an ribu barel minyak per hari. Padahal kebutuhan minyak di Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari.

"Indonesia butuh 1,6 juta barel per hari. Produksi minyak Indonesia 800-860an ribu barel per hari dari seluruh Indonesia (seperti dari Exxon, Total, dan lain-lain), di mana separuhnya harus diimpor," tutur Direktur Pengolahan Pertamina Toharso, saat media workshop, di Hermitage Hotel, Jakarta, Senin 8 Mei 2017.

Dia menjelaskan, untuk impor, dibagi dalam dua jenis yakni minyak mentah (crude) dan produk jadi. Adapun impor produk jadi karena enam kilang Pertamina di Indonesia ini hanya memiliki kapasitas produksi sebesar 1,040 juta barel per hari tersebut.




"Tapi kenyataannya dipotong untuk perawatan kilang, jadi hanya 900an ribu barel per hari, enggak maksimum karena untuk perawatan, perbaikan, dan lain-lain. Kalau produksi enggak sampai, ya masih kurang, sekitar 700 ribu barel per hari," tambah dia.

Toharso mengakui jika produksi seluruh minyak mentah Pertamina per hari masih kurang. Sehingga terjadilah impor. Menurut dia, produksi minyak ini merupakan bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

"Dia juga kita beli, bagian pemerintah yang 85% kita ambil semua dan masih kurang, 15% juga diambil masih kurang. Seluruh minyak jenis produksi dalam negeri sudah bisa, masalahnya boleh enggak dibeli yang punya KKKS. Petrogas di Sorong kita beli semuanya, harga sesuai dengan ketentuan yana dibeli Pertamina," pungkasnya.

 


(AHL)