Harga Minyak Rendah, Tantangan Mengembangkan Hulu Migas

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 17 May 2017 15:26 WIB
migas
Harga Minyak Rendah, Tantangan Mengembangkan Hulu Migas
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan harga minyak yang rendah akan terus menjadi tantangan dalam mengembangkan investasi di hulu migas.

Seperti hari ini, harga minyak Brent yang merupakan patokan harga global turun 17 sen menjadi USD51,65 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) turun 58 sen menjadi USD48,26 per barel.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, jika harga minyak masih pada kisaran USD50 per barel maka akan menjadi satu tantangan luar biasa dalam mengembangkan investasi serta kegiatan hulu migas.

Baca: Perubahan Formula ICP Dinilai Buat Investasi Migas Lebih Menarik

"Kalau harga minyak masih sekitar USD50 per barel, saya kira investasi di hulu migas menjadi tantangan yang luar biasa," kata Jonan dalam sambutan IPA Convex ke-41 di JCC, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Ia menyebutkan, jika harga minyak dikisaran tersebut, perlu ada reformasi kebijakan di bidang hulu migas. Sebab, sudah pasti para investor mengeluhkan kurangnya insentif dan menurunkan kegiatan eksplorasi.

"Insentif kurang, korporasi hulu migas tingkat kesulitannya makin lama makin susah, EOR (enhanced oil recovery), dan eksplorasi makin turun dan sebagainya tapi kita tidak bisa kelola harga," jelas dia.

 


(AHL)