RAPBN-P 2017, Kementerian ESDM Pertahankan Harga Minyak di USD45

Desi Angriani    •    Senin, 10 Jul 2017 18:48 WIB
minyak
RAPBN-P 2017, Kementerian ESDM  Pertahankan Harga Minyak di USD45
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (MI/Panca Syurkani).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempertahankan harga minyak Indonesia (Indonesia crude price/ICP) sebesar USD45 per barel dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017  

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan,  asumsi ICP tidak direvisi karena tren harga minyak dunia yang cenderung turun dalam beberapa bulan terakhir.

"ICP ini kami pertahankan di angka USD45. Tidak bergeser ke arah lebih tinggi. Trend harga minyak dunia itu kecenderungannya turun," ujarnya dalam rapat di Komisi VII DPR, Kompleks Senayan Jakarta, Senin 10 Juli 2017. 

Jonan menuturkan, harga ICP hanya naik di awal tahun, dari Januari sebesar USD51,88 per barel, ke Februari USD52,50 per barel. Sementara trend penurunan terjadi pada April sebesar USD48 dan diperkirakan terus turun hingga di bawah USD45.

"Rata-rata tahun ini ICP bisa di bawah USD45. Rata ratanya sekarang aja USD48,8 ini akan turun terus," tutur dia.

Selain itu, Jonan juga mempertahankan lifting minyak dan gas sebesar 1.965 juta barel per hari. Pasalnya realisasinya lifting migas mendekati 1.934 juta per barel sehingga masih bisa dikejar di semester II.

"Cenderung tidak diubah, ini biarlan saja. Paruh kedua, nanti lebih baik. Enggak terlalu banyak lah. Ini masih bisa dikejar di paruh kedua," tambah dia.

Terkait volume BBM dan elpiji bersubsidi di RAPBN-P, ESDM tetap mempertahankan sebesar 17,14 juta KL dengan perincian volume minyak tanah tetap sebesar 0,61 juta KL dan Solar 14 hingga 16 juta KL. Sementara untuk elpiji, pemerintah harus tetap meberikan subsidi. Pasalnya, hingga kini Program Subsidi Tepat Sasaran belum berjalan maksimal.

"Volume BBM dan elpiji bersubsidi, ini saya langsung aja ya. Minyak tanah, ralisasi 2016 itu 0,536. Kita pasang tetep di 0,61. Realisasi sampai Juni, solar ini enggak banyak naiknya. Ini tantangannya subsidi, berapapun harga dunia, dipotong harga eceran 3 kilogram, ya ini yang akan dibayar sama pemerintah," tandasnya.



(SAW)