Anggota Komisi VI Desak KPPU Ungkap Monopoli Harga Gas di Medan

Husen Miftahudin    •    Jumat, 08 Sep 2017 09:44 WIB
gas
Anggota Komisi VI Desak KPPU Ungkap Monopoli Harga Gas di Medan
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengungkap tindak-tanduk sejumlah perusahaan trader dalam struktur pembentukan harga yang menyebabkan tingginya harga jual gas di industri Medan. Ini mengingat harga jual gas di industri Medan masih di level USD9,5 per MMBTU.

"Banyak pihak menyoroti KPPU terkait dugaan praktik monopoli di beberapa harga komoditas hingga rencana revisi Undang-Undang nomor 5 Tahun 1999 tentang Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Bila berhasil, ini bakal jadi preseden positif bagi KPPU," kata Siti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 8 September 2017.

Selain menjadi preseden positif, pengungkapan fakta-fakta diyakini menjelaskan posisi dan peran PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) dalam penjualan gas bumi di Indonesia. Sebab dalam bisnisnya, PGN dilindungi beberapa regulasi yang membolehkan perusahaan pelat merah ini melakukan monopoli.

Dua beleid itu adalah Pasal 27 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Pasal 51 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

"Dari kasus ini kita berharap bisa mengetahui dimana kesalahannya. Apakah itu ada di level regulasi atau memang ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan memanfaatkan KPPU," imbuh Siti.

Sebelumnya, Anggota Komisioner KPPU Saidah Sakwan mengakui sampai hari ini pihaknya tidak mendapati bukti kuat atas adanya praktik monopoli harga yang dilakukan PGN. KPPU justru menemukan informasi ihwal adanya permainan harga yang dilakukan sejumlah trader.

Struktur pembentukan harga jual gas di Medan dipengaruhi oleh beberapa komponen. Pertama, komponen harga gas hulu (upstream) di mana sumber pasokan gas Medan diambil dari kilang Bontang yang kemudian diregasifikan melalui fasilitas milik PT Pertamina (Persero) di Arun, Aceh.

Setelah diregasifikasi, gas tersebut disalurkan melalui pipa transmisi Arun-Belawan milik PT Pertamina Gas (Pertagas) sepanjang 350 km. Selain dari Bontang, pasokan gas ke Medan juga diperoleh dari produksi Pertamina EP yang diangkut melalui pipa transmisi gas bumi Pangkalan Susu-Wampu yang dikelola Pertagas.


(AHL)