Kementerian ESDM Minta Rp1,7 Triliun untuk Tambahan Subsidi Listrik

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 21 Jun 2017 15:06 WIB
subsidi listrik
Kementerian ESDM Minta Rp1,7 Triliun untuk Tambahan Subsidi Listrik
Illustrasi. ANTARA FOTO/Umarul Faruq.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta tambahan dana sebanyak Rp1,7 triliun untuk subsidi listrik. Penambahan ini karena adanya 2,4 juta pelanggan 900 VA yang berhak mendapatkan subsidi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, tambahan 2,4 juta pelanggan itu masih akan diverifikasi oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bersama dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

baca: Dirut PLN: Subsidi Listrik 900 VA Dialihkan ke Warga Miskin

"Kalau itu terjadi maka yang 900VA dari sekitar 4,1 juta pelanggan menjadi sekitar 6,5 juta pelanggan. Sehingga usulan kami di RAPBN-P 2017 yang akan kami paparkan pada komisi VII setelah libur itu ada kenaikan sebanyak Rp1,7 triliun," ujar dia di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu 21 Juni 2017.

Sementara itu, dari Data Center pusat pengaduan ada 27 ribu pelanggan 900 VA yang dicabut subsidinya kemudian melakukan pengaduan. Mereka menganggap jika berhak mendapatkan subsidi untuk golongan tersebut.

"Sudah diverifikasi dan ternyata betul (mereka berhak mendapatkan subsidi). Ada 27 juta yang terverifikasi ulang. Sedangkan 2,4 juta tambahan itu setelah verifikasi juga dikembalikan untuk dapat subsidi," jelas dia.

Dirinya menambahkan, data pengaduan juga menyebutkan ada beberapa pelanggan yang meminta untuk mencabutan subsidi karena merasa tidak berhak. Sementara ada pula pelanggan yang meminta subsidi, tetapi setelah dicek ternyata tidak berhak.

"Ada juga 78 pelanggan yang secara sukarela menyampaikan bahwa saya tidak perlu disubsidi, hebat juga ya. Ada juga 74 pelanggan yang minta disubsidi ternyata setelah diverifikasi dan kami mengira bahwa ini tidak perlu disubsidi," pungkasnya.

 


(SAW)