Pemerintah Gandeng IEA Demi Penguatan Ketahanan Energi

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 09 Nov 2017 19:39 WIB
ketahanan energi
Pemerintah Gandeng IEA Demi Penguatan Ketahanan Energi
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana. (FOTO: MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah Indonesia kembali menjalin kerja sama dengan International Energy Agency (IEA) untuk menguatkan ketahanan energi demi menghadapi pertumbuhan global yang berkelanjutan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Joint Work Programme (JWP) yang meliputi energy data and statistic, Emergency Policy and Energy Security, Oil and Gas Market, Power Sector and Renewable Energy, Energy Efficiency, Climate Change and Clean Energy Technology.

Pada penandatanganan tersebut, Menteri ESDM Ignasius Jonan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana mengatakan pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama dengan IEA.

"Kementerian ESDM menyambut baik kerja sama ini dengan IEA, dalam Joint Work Programme selain sharing data dan informasi, juga ditujukan untuk peningkatan Capacity Building pegawai di Kementerian ESDM di bidang pengolahan dan analisis data energi dalam perumusan rekomendasi untuk pengambilan kebijakan, semuanya tetap berujung untuk penguatan ketahanan energi," kata Rida seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis 9 November 2017.

Ministerial Meeting merupakan pertemuan dua tahunan. Kali ini pertemuan dilaksanakan selama dua hari yakni 7-8 November 2017 di Paris ini membicarakan berbagai isu terkini.

Seperti bagaimana menciptakan kondisi yang baik untuk melakukan investasi di bidang energi, memperkuat ketahanan energi, transisi menuju energi bersih dan digitalisasi energi.

Rida meyakini, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menjaga iklim investasi sektor energi di Indonesia baik dengan mengusung teknologi energi beris yang inovatif.

"Pemerintah Indonesia terus berupaya serta konsisten untuk memberikan iklim investasi energi yang baik yang dapat mengadopsi teknologi energi bersih yang inovatif di semua sektor ESDM," tutup Rida.


(AHL)