Buat Kesepakatan dengan Solar Turbines, SKK Migas Catat Penghematan Rp550 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 08 Nov 2017 20:22 WIB
skk migas
Buat Kesepakatan dengan Solar Turbines, SKK Migas Catat Penghematan Rp550 Miliar
SKK Migas. Dokumentasi/SKK Migas.

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penghematan sebesar Rp550 miliar dari kesepakatan strategis (strategic agreement) dengan Solar Turbines International Company.

Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, penghematan itu berasal dari diskon pembelian dan perawatan yang sama untuk seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang ada di Indonesia. Solar Turbines bertanggung jawab atas pengelolaan suku cadang terhadap penggunaan mesin-mesin yang ada di Indonesia.

"Tidak hanya untuk mendapatkan efisiensi biaya, yang paling penting kerja sama ini akan meningkatkan kapasitas nasional," kata Amien seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Rabu 8 November 2017.

Amien menjelaskan, SKK Migas meminta Solar Turbines untuk membuat road map investasi di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), membangun fasilitas manufaktur, serta menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar Solar Turbines di Asia Pasifik.

Di Indonesia telah ditemukan beberapa merk turbomachinery dengan penggerak utama turbin, seperti yang terdapat pada kompresor dan pompa. Solar Turbines menjadi peralatan turbomachinery terbanyak yang digunakan di Indonesia dengan persentase mencapai 81 persen.

"Mereka telah menyatakan komitmennya terhadap hal tersebut untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri Indonesia,” ucap dia.

Sementara itu, Deputi Pengendalian Pengadaan, SKK Migas, Djoko Siswanto menuturkan, dari jumlah yang cukup signifikan itu, SKK Migas merasa perlu membuat kesepakatan strategis. 

Selain efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas nasional, kesepakatan ini dapat meningkatkan kehandalan operasi dan menjamin dukungan layanan purna jual.

"Harapannya, penghentian operasi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) dapat diminimalisir,” kata dia.

Djoko mengungkapkan, sebelum adanya kesepakatan strategis ini, sering kali ditemukan permasalahan di lapangan. Contohnya, adanya diskon yang berbeda di antara KKKS. Hal ini diakui Direktur Utama PT. Indoturbines, Deny B. Kurnianto selaku agen tunggal Solar Turbines di Indonesia. 

Menurutnya, besaran diskon sangat beragam tergantung dari jumlah pembelian yang dilakukan oleh masing-masing Kontraktor KKS. Makin besar pembelian yang dilakukan, makin besar pula diskon yang dapat diberikan.

Ada juga, pemesanan inventori dari masing-masing KKKS yang sering memunculkan tambahan biaya logistik dan pergudangan, serta fungsi peralatan menjadi kurang maksimum disebabkan karena waktu tunggu suku cadang yang cukup memakan waktu. 

Tidak hanya itu, salah satu hal yang kerap menghambat proses pemeliharaan turbomachineries ini karena kegiatan overhaul dan pemeliharaan untuk tipe-tipe mesin tertentu masih harus dilakukan di kantor pusat Solar Turbines di Amerika Serikat.

“Adanya kesepakatan ini, diskon yang diberikan sama untuk seluruh KKKS,” katanya.



(SAW)