Alasan PLN Sederhanakan Golongan Pelanggan Nonsubsidi

Annisa ayu artanti    •    Senin, 13 Nov 2017 20:20 WIB
listrikpembangkit listrikplntarif listrik
Alasan PLN Sederhanakan Golongan Pelanggan Nonsubsidi
Direktur Utama PLN Sofyan Basir (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (persero) mengungkapkan bahwa rencana penyederhanaan kelas golongan pelanggan nonsubsidi sesuai dengan permintaan dari masyarakat. Langkah ini diharapkan memberi kenyamanan dan nantinya memberi efek positif terhadap tingkat kesejahteraan di masa mendatang.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan, banyak laporan dari karyawan PLN di lapangan dan anggota DPR yang menyatakan bahwa masyarakat menginginkan penambahan daya listrik. Namun karena keterbatasan dana mereka tidak menambah daya listrik tersebut.

Biaya penambahan daya listrik berkisar antara Rp800 ribu sampai Rp4 juta  Oleh karena itu, muncul ide dari PLN untuk menyederhanakan golongan pelanggan nonsubsidi dengan menaikkan daya pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.500 VA menjadi 4.400 VA.

"Banyak menurut anak-anak di bawah di lapangan, masyarakat tidak menambah daya listrik itu karena biayanya kemahalan," ungkap Sofyan, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Namun, ia menegaskan, rencana ini masih dalam pembahasan dengan pihak Kementerian ESDM. PLN menginginkan eksekusi penyederhanaan dan peningkatan daya dilakukan secepatnya agar masyarakat lebih cepat merasakan listrik dengan daya yang lebih tinggi.

"Belum tahu kapannya, mau bicara dulu dengan Pak Menteri (Ignasius Jonan), Besok pagi-pagi dipanggil. Kalau masyarakat butuh lebih cepat ya lebih bagus," ungkap dia.

Golongan Pelanggan 900 VA Tidak Ikut Penyederhanaan

Sofyan melanjutkan, daya yang dikenai penyederhanaan dan peningkatan daya adalah golongan pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.500 VA menjadi 4.400 VA. Sedangkan 900 VA nonsubsidi akan tetap. "Nanti penyedehanaan yang di atas (900 VA) itu saya ulangi untuk 1.300 VA sampai 5.500 VA. Jangan tanya yang 900 VA," ujar dia.

Ia menilai, tidak dimasukannya pelanggan 900 VA nonsubsidi ke kategori pelanggan yang akan dinaikkan dayanya karena kemampuan beli listrik masyarakat golongan pelanggan tersebut tidak sebesar golongan pelanggan yang lain. "(900 VA tidak dilibatkan) Karena masih murah dan takut membuat masyakatnya tekor," pungkas dia.


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA