Konsorsium Pemerintah Indonesia Siap Caplok Divestasi Saham Freeport

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 12 Jan 2018 17:01 WIB
freeport
Konsorsium Pemerintah Indonesia Siap Caplok Divestasi Saham Freeport
Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin. (MTVN/Desi Angriani)

Jakarta: PT Inalum (Persero), Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika akan membuat konsorsium untuk mengambil alih dan mengelola divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI).

Seperti diketahui PTFI berkewajiban mendivestasikan sahamnya sebesar 51 persen setelah 10 tahun berproduksi. Namun, hingga kini PTFI baru mendivestasikan saham sebesar 9,36 persen.

Pada 27 Agustus 2017 lalu, PTFI sepakat untuk mendivestasikan 51 persen sahamnya kepada negara. Konsorsium yang dinamai Konsorsium Pemerintah Indonesia itu yang direncanakan akan mengambil alih saham PTFI tersebut.

"Jadi 51 persen itu atas nama Konsorsium Pemerintah Indonesia," kata Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: Divestasi Saham Freeport, Pemerintah Mulai Bahas dengan Rio Tinto

Senada, Direktur Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembentukan konsorsium akan membuat negara menjadi kuat lantaran menjadi mayoritas dalam susunan saham PTFI.

"Kita akan bersama Pemda dan Pemprov untuk masuk ke saham, supaya tidak pecah-pecah dan supaya kita mayoritas," ungkap Budi.

"Kalau kita masuk sendiri-sendiri nanti kepemilikannya sendiri-sendiri. Kita akan kerjasama masuk sebagai perusahaan yang mayoritas," imbuh Budi lagi.

Budi menargetkan urusan divestasi ini akan selesai pada Juni 2018. Konsorsium rencananya akan mencaplok hak partisipasi (participating interest/PI) Rio Tinto yang terdapat pada PTFI sesuai dengan penyelesaian jangka panjang antara pemerintah Indonesia dengan PTFI.

"(Target divestasi) Ikut Pak Jonan (Menteri ESDM) Juni 2018," pungkas Budi.

 


(AHL)