Banyak Perusahaan Minyak Asing Minati Lelang 26 WK Migas

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 13 Mar 2018 19:00 WIB
migas
Banyak Perusahaan Minyak Asing Minati Lelang 26 WK Migas
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengklaim banyak perusahaan yang berminat untuk ikuti lelang 26 Wilayah Kerja  (WK) migas  setelah dirinya melakukan kunjungan keluar negeri dan menemui beberapa perusahaan migas.

Beberapa perusahaan yang berminat pada WK tersebut adalah British Petroleum (BP) dan Murphy Oil. Ia mengatakan melalui perubahan rezim kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) gross split membuat 26 WK lebih diminati. BP mengakui sangat intensif melihat perkembangan lelang 26 WK tersebut.

"BP mengikuti secara intensif perkembangan yang ada di Indonesia, khususnya yang terkait dengan lelang blok 26 WK. Yang kedua mereka sangat mendukung PSC gross split," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Hal serupa diakui oleh Murphy Oil. Arcandra mengatakan setelah bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Murphy Oil Roger Jenkins, Murphy mempertimbangkan untuk masuk kembali mengelola wilayah kerja migas di Indonesia setelah meninggalkan Indonesia tiga tahun lalu karena tidak berhasil dalam kegiatan eksplorasi.

"CEO mereka mendukung PSC gross split dan itu akan berlakukan evaluasi kembali atas portofolio mereka dan berjanji untuk melihat 26 WK yang sedang kita tawarkan," ujar dia.

Sementara pertemuan dengan Chevron, Arcandra membicarakan seputar teknologi yang akan dikembangkan di proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) Gendalo-Gehem.

"Chevron kita berbicara banyak soal teknologi karnea yang hadir adalah chief technologi officernya. Di sana kita mendapatkan teknologi seperti apa yang nantinya untuk pengembangan IDD," sebut dia.

Kemudian dengan Exxonmobil dan ConocoPhillips, Arcandra menambahkan kedua perusahaan itu mengapresiasi perbaikan investasi yang sedang diterapkan pemerintah Indonesia. Terutama kenyamanan berinvestasi.

"Dengan ExxonMobil, ExxonMobil sangat mengapresiasi baik yang dilakukan pemerintah khususnya untuk menarik investasi di luar negeri untuk sektor migas," ujar dia.

"Dengan ConocoPhillips, ConocoPhillips Kementerian ESDM sangat serius dalam membantu investor untuk merasa secure dalam berbisnis sektor migas di Indonesia," pungkas dia.





(SAW)