RIJGBN 2012-2025

BPH Migas Catat Dua Pipa Masuk Tahap Konstruksi

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 13 Feb 2018 08:30 WIB
migaspengelolaan gas bumigasbph migasjaringan gas bumi
BPH Migas Catat Dua Pipa Masuk Tahap Konstruksi
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas menyebut terdapat dua pipa yang masuk tahap kontruksi dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJGBN) periode 2012-2025.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan progres RIJGBN periode 2012-20215 itu antara lain daerah Duri sampai Dumai dengan panjang 67 kilometer yang dikerjakan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN dan Grissik sampai Pusri dengan panjang 176 kilometer yang dikerjakan oleh PT Pertagas dengan progres 72,6 persen.

Adapun daerah Kalimatan sampai Jawa telah masuk tahap dua, dan Bontang sampai Kepondang masuk tahap lelang sejak 2006. Namun, kesemuanya terkendala terkait kepastian pasokan gas. Penyelesaian persoalan itu menjadi penting agar progres bisa terlaksana dengan baik.

Ia menambahkan untuk daerah Tanjung Api-Api sampai Muntok dengan panjang 43 kilometer telah menunggu hasil studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Front End Enginering Design (FEED) yang terkendala pada proses lelang karena belum masuk ke BPH Migas.

"Tanjung Api-Api sampai ke Muntok sudah diajukan oleh BUMD Sumatera Selatan," ujar Franshurullah, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 12 Febuari 2018.

Sementara itu, sebanyak 15 pipa lainnya akan segera dilelangkan pada tahun ini. Namun harus menunggu pasokan gas yang perlu dikoordinasikan dengan Kementerian ESDM.  "Jadi, kami menunggu kepastian dari Menteri ESDM karena pasokan gasnya harus ada dulu. Kalau enggak bagaimana kami mau lelang," pungkasnya.

Adapun sebanyak empat proyek pipa tersebut memiliki nilai investasi yang cukup besar. Duri sampai Dumai tercatat sebanyak USD64,320 juta, Grissik sampai Pusri sebanyak USD140 juta, Tanjung Api-Api sampai Munto sebanyak USD82,560 juta, dan Kalimatan-Jawa tahap II USD2,598 miliar.


(ABD)


Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

Pelopor Teh Celup itu Harus Tumbang

10 hours Ago

Pailitnya Sariwangi menjadi salah satu berita yang cukup mengejutkan. Padahal, Sariwangi telah …

BERITA LAINNYA