PLN Menanti Suntikan Rp15 Triliun

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 10 Jul 2018 21:00 WIB
pln
PLN Menanti Suntikan Rp15 Triliun
Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudrato. Medcom/Kautsar Bowo.

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta suntikan dana sebesar Rp15 triliun untuk menuntaskan megaproyek 35 ribu megawatt (MW). PLN mengungkapkan permintaan itu di hadapan Komisi VI DPR.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudrato mengatakan, dana segunung itu akan digunakan untuk pengadaan pembangkit, transmisi, maupun gardu induk. "Setiap tahun kita membangun. Ini kan belum selesai, butuh dana," kata Sarwono di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Menurut Sarwono, proyek 35 ribu MW membutuhkan anggaran Rp80 triliun. "Setiap tahun kita butuh sekitar Rp80 triliun, kita penuhi dari obligasi, global bonds, kalau ada Penyertaan Modal Nasional (PMN) kan bagus," ujar Sarwono.

Sebelumnya, dalam rapat kerja pagu indikatif Kementerian BUMN dengan Komisi VI yang diwakilkan Menteri Perindustrian Arilangga Hartarto mengusulkan PMN kepada tiga anak perusahaan, yakni pertama PT Hutama Karya (persero) dengan nilai PMN sebesar Rp12,5 triliun yang dipergunakan untuk percepatan pembangunan jalan tol trans Sumatera.

Kemudian, PLN dengan nilai Rp15 triliun untuk memperbaiki struktur permodalan dan kapasitas usaha guna pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, dan PT PANN (Persero) untuk restrukturisasi utang Subsidiary Loan Agreement (SA) seperti konversi utang pokok SLA menjadi PMN sebesar Rp2,3 triliun dan penghapusan bunga denda sebesar Rp1,8 triliun.

"Penambahan PMN di 2019 masih dalam pembahasan di pemerintah. Angka final akan disampaikan setelah ada jawaban dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan nota keuangan secara resmi disampaikan ke DPR," tutup Airlangga.

 


(SAW)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

3 days Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA