Banggar DPR Ragukan Keakuratan Data PLN Terkait Subsidi Listrik

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 19 Sep 2016 18:19 WIB
berita dpr
Banggar DPR Ragukan Keakuratan Data PLN Terkait Subsidi Listrik
(Foto:Metrotvnews.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Anggaran (Banggar) DPR RI meragukan data pelanggan PT PLN (Persero) yang digunakan untuk mengajukan subsidi listrik tahun anggaran 2017.

Hal ini disebabkan data pelanggan PLN yang dipresentasikan oleh Pelaksana Harian (PLH) Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Ronggo Kuncahyo menggunakan data dari TNP2K.

Anggota Banggar Isma Yatun mengatakan, seharusnya PLN menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sudah menjadi acuan umum. Isma meragukan keakuratan data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

"Di Banggar sudah disepakati untuk menggunakan data dari BPS. Data dari TNP2K bisa saja 10 tahun yang lalu, coba telusuri dulu dan samakan dengan data satu pintu kita BPS. TNP2K tidak up to date," ujar Isma, saat rapat bersama pemerintah di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Terkait keakuratan data subisidi listrik yang diterima pelanggan rumah tangga, Isma mengatakan Banggar akan terus menagih kepada PLN. Jika masih belum jelas, Banggar tidak akan menyetujui carry over yang diajukan oleh PLN.

"Tidak akan setujui PLN carry over 2014 senilai Rp12 triliun dan 2015 sebesar Rp15 triliun, karena pada saat kita ajukan APBNP 2016, tidak ada harus bayar pada 2017. Jadi, PLN mohon maaf, kalau misalnya Pak Ronggo tidak bisa jelaskan mengenai apa yang kita minta, saya rasa cary over akan terusin saja," ujarnya.

Plh Dirjen Ketenagalistrtikan Ronggo Kuncahyo memaparkan, pada saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR telah disepakati subsidi listrik tahun berjalan dalam APBN 2017 sebesar Rp48,56 triliun.

Ia menambahkan, Komisi VII DPR menyetujui pencabutan listrik dengan daya 900 VA bagi golongan rumah tangga yang mampu secara ekonomi dengan didukung data yang akurat.

"Berdasarkan data TNP2K, hanya 4,1 juta pelanggan rumah tangga (R1) daya 900 VA saja yang masih layak menerima subsidi listrik 2017," paparnya.


(ROS)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA