Perubahan Konsep Suplai Gas Proyek Listrik 35.000 MW Dipertanyakan

Fauzan Hilal    •    Kamis, 22 Sep 2016 11:36 WIB
plnproyek 35.000 mw
Perubahan Konsep Suplai Gas Proyek Listrik 35.000 MW Dipertanyakan
Ilustrasi. Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta:  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diminta memperhatikan pasokan bahan bakar gas yang bakal digunakan di proyek listrik 35.000 MW. Sebab, syarat tender yang sebelumnya pasokan gas dibebankan kepada peserta tender, diubah menjadi tanggung jawab PLN.
 
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, perubahan itu terkesan janggal.  Sebab, pengumpulan dokumen lelang buat PLTGU Peaker Jawa-Bali 3 dan PLTGU Peaker Riau  yang masing-masing 500 MW dan 250 MW dijadwalkan bulan depan.
 
"Jika PLN ingin mengambil tanggung jawab pasokan gas, maka PLN harus mengambil tanggung jawab penuh dan konsisten dengan berbagai konsekuensinya," kata Fahmi, Rabu (21/9/2016).
 
Fahmi menduga, niat PLN ini hanya berlaku untuk proyek pembangkit berkapasitas besar, termasuk di dalamnya Jawa-Bali 3 dan Riau serta PLTGU Jawa-1. Sedangkan untuk proyek PLTGU yang berkapasitas kecil, seperti proyek PLTMG Scattered Riau 180 MW dan PLTMG Pontianak berkapasitas 100 MW, seakan kurang perhatian.
 
Fahmy berharap PLTGU Peaker Jawa Bali-3 dan PLTGU Peaker Riau berjalan baik. Namun, PLN harus konsisten dan mau menanggung konsekuensi sebagai pemasok gas sekaligus sebagai pembeli setrum itu sendiri.


 
Sejak April PLN telah empat kali menunda pengumpulan dokumen bagi kedua proyek tersebut. Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Santoso sempat mengatakan kepastian sumber pasokan gas masih dalam pembahasan antara Kementerian ESDM dan SKK Migas.
 
Menurut Fahmy, PLN seperti kebingungan dan terkesan tidak memiliki konsep pemahaman yang memadai terhadap program raksasa yang sedang dijalankan. "Akibatnya, tender-tender pembangkit jadi tertunda," ujarnya.

Baca: PLN Diimbau Pilih Lokasi PLTGU Jawa I di Luar Lahan Reklamasi

Menurut Fahmy, PLN harus mempunyai komitmen dan fokus pada percepatan pelaksanaan proyek 35.000 MW dengan tidak menghambat proses tendernya dengan berbagai perubahan klausul yang aneh-aneh. "Solusinya dengan independensi serta persiapan yang matang," terangnya.
 
PLN disarankan membangun kemitraan dengan pengembang independent power producer (IPP) berskala internasional. PLN harus mampu memahami filosofi dan praktek dan etika bisnis yang berlaku dan diakui oleh para pelaku bisnis di industri terkait.
 
Boleh dibilang proyek Pembangkit Jawa-bali 3 dan Riau cukup menjadi incaran. Terlihat dari banyaknya perusahaan yang berminat mengikuti tender di dua pembangkit ini. Untuk PLTGU Peaker Jawa Bali-3, beberapa perusahaan yang berminat menjadi peserta tender di antaranya Medco Power, PT Rukun Raharja Tbk, PT Indonesia Power, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
 
Adapun Toba Bara, Medco Power, Global Concord Holding Ltd. (GCL-Poly), dan PT Odira Energy Persada menyatakan ketertarikan mengikuti lelang PLTGU Peaker Riau. Bahkan, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Pertamina turut ambil bagian dalam kedua tender tersebut.

Baca: Tender PLTGU Jawa-1 di Tahap Klarifikasi

Tuntutan agar PLN bersikap konsisten dan konsekuen terhadap proyek-proyek pembangkit juga diutarakan Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute. “Supaya proyek tidak maju-mundur,” ujarnya.
Bentuk konsistensi itu berupa tanggung jawab penuh dari PLN jika terjadi kegagalan pasokan. Tentu tidak fair bila nanti terjadi kegagalan pasokan, PLN lantas melimpahkan persoalan ini ke pengembang IPP. Isu ini juga terungkap dalam tender PLTGU Jawa-1, di mana jika terjadi kegagalan suplai dari PLN justru pengembang IPP lah yang harus menanggung risiko dan ongkos kegagalan suplai gas tersebut.
 
Berkaca dari kegagalan IPP Scattered dan Pontianak di mana tidak ada peminat sama sekali, ditambah IPP Jawa 1 di mana hanya 4 konsorsium yang memasukan dokumen tender dari 10 konsorsium yang tadinya mendaftar, membuat banyak pihak mempertanyakan keberlangsungan proyek-proyek tersebut.


 


(FZN)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA