Impor Bukan Solusi Tekan Harga Gas Industri

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 12 Oct 2016 18:45 WIB
gas
Impor Bukan Solusi Tekan Harga Gas Industri
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto. Foto MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai impor gas bisa saja menjadi opsi di tengah masih tingginya harga gas dalam negeri. Namun demikian, impor tidak bisa menjadi solusi jangka panjang menekan harga gas industri yang masih mencapai USD9 per MMBTU.

"Kalau impor itu kan sebetulnya bagus saja tapi kalau impor itu kan harus menyediakan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) atau terminal (tangki)," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Sayangnya untuk membangun FSRU dibutuhkan waktu antara dua hingga tiga tahun. Artinya jika memaksakan untuk mengimpor gas maka pemerintah harus menunggu kesiapan infrastruktur gasnya.

Hal ini, lanjut Airlangga, yang masih menjadi pertimbangan apakah dibutuhkan impor gas demi menekan harga. Padahal Presiden Joko Widodo menegaskan penurunan harga gas industri harus segera dilakukan demi mendorong daya saing industri nasional.

"Persoalan hari ini kami harapkan diselesaian hari ini bukan ditunggu di 2019. Karena ini kebutuhan yang urgent, Bapak Presiden dalam setiap kesempatan selalu mengatakan daya saing ini salah satu namanya soft infrastruktur yang bisa langsung meningkatkan daya saing Indonesia," jelas dia.

Dirinya menambahkan, FSRU Lampung yang saat ini telah tersedia bisa saja digunakan untuk menampung gas impor. Hanya saja dirinya tetap berharap jika produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan gas nasional serta bisa diimpor ke luar negeri.

"Bisa digunakan, itu enggak ada masalah. Tapi itu belum optimum dan bukan solusi instan. Kalau gas regional bisa keluar itu bagus, karena seperti sekarang Conoco Philip punya produk tapi Conoco Philip semuanya ke Batam baik yang dari Natuna atau dari Riau," pungkasnya.

 


(SAW)