Kurangi Tenaga Kerja Asing, KESDM-Kemenaker Teken Kerja Sama Pelatihan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 30 Nov 2016 09:39 WIB
kementerian esdmkemenaker
Kurangi Tenaga Kerja Asing, KESDM-Kemenaker Teken Kerja Sama Pelatihan
KESDM-Kemenaker Teken Kerja Sama Pelatihan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja bidang tenaga listrik nasional.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kemeneterian ESDM Jarman mengatakan, kerja sama mengenai peningkatan kompetensi tenaga kerja bidang ketenagalistrikan ini diperuntukkan bagi peserta pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK).

Kerja sama ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 megawatt (mw). Serta mengurangi ketergantungan tenaga kerja asing.

"Mengingat program 35.000 mw akan menyerap tenaga kerja sangat besar, kerja sama ini diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja asing," kata Jarman, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Jarman mengungkapkan, dalam rangka mendukung program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 mw, diperlukan dukungan terkait pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu tenaga kerja terampil dan memiliki kompetensi sesuai bidang yang diperlukan.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk pemenuhan SDM yang terampil dan kompeten pada pembangunan infrastruktur proyek 35.000 mw.

BLK merupakan unit pelatihan berbasis kompetensi dari Kemenaker yang membekali peserta pelatihan kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri. Saat ini lokasi BLK telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, hal ini mempermudah masyarakat yang ingin mendapatkan pelatihan kerja sesuai bidang-bidang yang diminati.

Adapun ruang lingkup dari kerja sama ini meliputi pengembangan dan harmonisasi standar kompetensi; pengembangan kompetensi peserta pelatihan kerja di BLK; pengembangan instruktur dan tenaga kepelatihan; pemetaan kebutuhan tenaga kerja bidang ketenagalistrikan; penyediaan pangkalan data (data base) lulusan pelatihan kerja bidang ketenagalistrikan; fasilitasi program On The Job Training (OJT) bagi peserta pelatihan kerja; serta fasilitasi uji kompetensi dan sertifikasi kompetensi bagi peserta pelatihan kerja.


(AHL)