PLN akan Teken PPA Sebesar 8.000 MW

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 17 Mar 2017 14:52 WIB
pln
PLN akan Teken PPA Sebesar 8.000 MW
Direktur Utama PLN Sofyan Basir (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berencana akan menambah kontrak Power Purchase Agreement (PPA) di bulan depan. Setidaknya akan ada proyek sebesar 8.000 megawatt (MW) yang akan ditandatangani perusahaan pelat merah ini di April mendatang.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, penandatangan tersebut akan melengkapi kontrak 16 proyek pembangkit dengan kapasitas 1.825 MW. Di samping itu, PLN juga menjalankan pembangunan transmisi sebesar 500 kilovolt (kv) sepanjang 928 kilometer sirkuit (kms).

"Itu sampai April. Mungkin tahun ini PPA yang ditandatangani untuk kapasitas 15 ribu-16 ribu mw. Secara total jika semua direalisasikan sudah 22 ribu mw proyek yang dibangun," kata Sofyan, di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Jumat 17 Maret 2017.

Dirinya menambahkan, beberapa PPA telah diselesaikan. Bahkan di tahun ini diperkirakan pembangunan pembangkit listrik baik di Pulau Jawa maupun di pulau lainnya sudah bisa dimanfaatkan untuk menerangi berbagai daerah di Indonesia.

"Tahun ini yang bergerak di mulut tambang sekarang kan baru selesai dan mulai melakukan tender. Sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) yang baru, Sumatera sampai Juli, mulut tambang Kalimantan selesai, itu transmisi dibangun," jelas dia.

Selain itu, PLN akan menggandeng pihak Kejaksaan Agung untuk mengawal secara penuh realisasi proyek pembangkit listrik. Bahkan dengan adanya bantuan pihak penegak hukum maka pengerjaan sejak awal bisa selesai sesuai dengan targetnya.

"Untuk masalah pembebasan lahan, perjanjian-perjanjian, evaluasi, dilihat jangan sampai ada masalah. PLN dan negara juga jangan sampai ada kerugian negara di kemudian hari. Tujuan lainnya supaya tidak ada lagi mangkrak-mangkrak karena segala sesuatunya sudah dilihat dan dikaji," pungkasnya.


(ABD)