166 Proyek Listrik Diduga Mangkrak

   •    Kamis, 24 Nov 2016 13:08 WIB
proyek 35.000 mw
166 Proyek Listrik Diduga Mangkrak
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Bogor: Kasus proyek pembangkit listrik yang mangkrak ternyata tidak hanya 34. Jumlahnya diduga mencapai 166 kasus.

"Untuk proyek (listrik) mangkrak, kasusnya kalau di KPK sendiri, lebih banyak dari 34 loh. Dengan radar kita, yang masuk radar kita ada 166 kasus," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo seusai menghadiri rapat kerja Kejaksaan Agung di Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Agus mengatakan KPK tidak bisa dan tidak mungkin menangani kasus sebanyak itu sendiri. Karena itu, pihaknya akan melimpahkan sebagian kasus ke penegak hukum lain.

"Tapi untuk yang nama-namanya (proyek listrik), lihat nanti," kata Agus.

Saat ini, KPK dipastikan tengah mendalami enam kasus proyek pembangkit listrik yang mangkrak itu.

Hal tersebut ditandai dengan langkah lembaga antikorupsi itu meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proyek-proyek itu.

Baca: Terkait 34 Proyek Listrik Mangkrak, Jokowi Tunggu Hasil Audit BPKP

"Yang enam (dari 34 proyek) sudah overlap dengan kita, malah punya kita lebih jauh jumlahnya jika dibandingkan dengan punya BPKP," tambah Agus.

Sebelumnya, Agus mengatakan KPK sudah menerima laporan adanya dugaan korupsi dalam 34 proyek listrik yang pembangunannya dimulai pada 2015 itu dari sumber tepercaya pada akhir pekan lalu.

"Kita dapatkan dari sumber yang dipercaya. Pasti kita minta teman-teman BPKP untuk mengaudit. Jadi soal audit itu digabungkan dengan data informasi yang ada di kita. Mudah-mudahan nanti bisa diambil tindakanlah," ungkapnya.

Strategi PLN

PT PLN (persero) mengaku telah menyiapkan beberapa opsi strategi agar proyek pembangkit listrik yang mangkrak tetap bisa terlaksana.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengungkapkan dari 34 proyek yang terkendala itu, 17 proyek telah memiliki jalan keluar sehingga dilanjutkan pengerjaannya. Enam proyek lagi diputus kontrak dan kemudian diambil alih izinnya oleh PLN untuk dilanjutkan penyelesaiannya.

Pada 11 proyek yang dihentikan atau diterminasi sudah disiapkan opsi pengganti untuk penyediaan tenaga listrik baik dengan perluasan jaringan transmisi, semisal menggunakan kabel bawah laut atau dialihkan menjadi gardu induk, maupun dengan pembangkit baru yang lebih cepat pembangunannya seperti PLTMG atau PLTD.




Hal itu dilakukan untuk mempercepat pemenuhan akan listrik sebab sebagian besar proyek yang diterminasi berada di daerah terpencil yang sulit dijangkau.

"Pemenuhan akan kebutuhan listrik adalah prioritas kami sehingga solusi-solusi tercepat untuk gantikan proyek-proyek terminasi juga telah dipikirkan dengan matang," tutur Made Suprateka dalam konferensi pers di Jakarta, kemarin.

Ia mencontohkan salah satu solusi tercepat itu ialah yang dilakukan pada PLTU Bengkalis yang berkapasitas 2x10 Mw dan tercatat prosesnya masih nihil. Agar tidak memakan waktu, proyek tersebut kini digantikan dengan PLTMG Bengkalis 20 Mw dan direncanakan masuk sistem kelistrikan pada awal 2018. (Media Indonesia)


(AHL)