Tekan Impor dengan Penemuan Cadangan Migas Raksasa

Suci Sedya Utami    •    Senin, 03 Dec 2018 18:49 WIB
migasimpor minyakskk migas
Tekan Impor dengan Penemuan Cadangan Migas Raksasa
Mantan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi - - Foto: Medcom.id/ Annisa Ayu Artanti

Jakarta: Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan impor migas bakal terus terjadi di tahun mendatang. Pasalnya, produksi migas nasional per hari baru mencapai angka 300 ribu barel, sedangkan kebutuhan masyarakat Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari.

"Tapi saya katakan kalau liat lifting minyak paling naik 300 ribu barel per hari. Itu bukan yang dibutuhkan Indonesia, Indonesia butuh 1,5 juta barel per hari," kata Amien di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

Karenanya, untuk bisa menambah produksi dalam jumlah besar dibutuhkan penemuan cadangan migas raksasa (giant discovery). Amien percaya dengan temuan giant discovery akan bisa menurunkan tensi impor migas selama ini.

Penemuan tersebut akan menjadi pekerjaan rumah bagi Dwi Soetjipto. Apalagi selama ini perusahaan ekplorasi di Tanah Air belum pernah menemukan cadangan migas dalam jumlah besar.

SKK terakhir mencatat adanya potensi cadangan migas hasil pengeboran sumur eksplorasi sepanjang 2017. Jumlahnya sekitar USD1,7 miliar setara minyak (barel oil equivalent/BOE). 

"Jadi kalau saya boleh diizinkan berpesan, pesan saya, Indonesia butuh giant discovery. Pertamina atau yang lainnya tidak pernah menemukan giant discovery. Jadi nanti bagian Pak Tjip bagian yang serius itu," jelas Amien.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor migas hingga Oktober 2018 mencapai USD24,96 miliar, sedangkan ekspor migasnya hanya USD14,23 miliar. Kondisi ini membuat neraca perdagangan migas mengalami defisit USD10,74 mil.



(Des)


Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

Struktur BP Batam Dipastikan Tidak Berubah

34 minutes Ago

Struktur organisasi dari BP Batam dipastikan tidak berubah meski figur pemimpin dalam organisas…

BERITA LAINNYA