Sejumlah Tantangan Menanti Dirut Baru Pertamina

Arif Wicaksono    •    Minggu, 19 Mar 2017 20:44 WIB
pertamina
Sejumlah Tantangan Menanti Dirut Baru Pertamina
Direktur Utama (dirut) PT Pertamina (Persero) Elisia Manik. Terbit: KHAIRUDDIN SAFRI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penunjukan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama (dirut) PT Pertamina (Persero) yang baru oleh Dewan Komisaris harus mampu membawa Perusahaan tersebut lebih efisien dan kompetitif. Selain itu sejumlah tantangan menanti ditengah industri Migas yang masih belum bergairah.

"Dirut yang baru akan menghadapi tantangan yang tidak ringan, selain harus meningkatkan kolektifitas kerja secara internal. Disisi lain, dituntut secara eksternal terampil menghadapi kondisi industri Migas yang masih lesu dan semakin kompetitif di tingkat global," demikian disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi Energi Rofi' Munawar dikutip dari rilisnya di Jakarta, Minggu 19 Maret 2017.

Legislator asal Jawa Timur Ini menambahkan ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan oleh Elia Massa Manik sebagai direktur PT Pertamina. Di sektor Hulu, kinerja eksplorasi yang telah dicapai sepanjang Tahun 2016 harus mampu dipertahankan dan ditingkatkan secara maksimal.

 Terlebih, secara nasional kinerja eksplorasi Migas mengalami stagnasi dalam beberapa Tahun terakhir. Adapun di sektor hilir, pemenuhan kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi akan Bahan Bakar Minyak (BBM) harus diimbangi dengan diversifikasi produk dan pola distribusi yang semakin baik. Belum lagi persoalan revitalisasi kilang minyak dan perbaikan tata niaga BBM.

Rofi' juga berpesan agar Elia harus mampu membuktikan bahwa dirinya bisa fokus dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan. Tidak boleh terjebak kepada kepentingan non korporasi. Mengingat Pertamina selama Ini merupakan salah satu badan usaha milik pemerintah yang strategis, karena memiliki  aset dan profit yang lebih besar dibandingkan badan usaha lain.

"Pertamina harus mampu memantaskan dirinya menjadi perusahan yang mampu menjadi back bone energi Migas nasional, Hal itu bisa terwujud sepanjang perusahaan tersebut fokus pada visi dan strategi yang sudah ditetapkan untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia pada 2025." lugas Rofi'.

Sebagai Informasi, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan pada hari Jumat, (16/3) Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Dwi Soetjipto, yang diberhentikan pada 3 Februari 2017. Elia Massa Manik sebelumnya menjabat Direktur Utama Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III.

Pengangkatan Elia ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-52/MBU/03/2017, yang diserahkan oleh Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo dan disaksikan oleh Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis lalu.


(SAW)