Subsidi Tertutup Diterapkan

2017, Masyarakat Beli Elpiji 3 Kg dengan Harga Normal

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Nov 2016 09:21 WIB
elpiji 3 kg
2017, Masyarakat Beli Elpiji 3 Kg dengan Harga Normal
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah mulai menerapkan subsidi tertutup elpiji tiga kilogram (kg) pada Maret 2017. Pemberlakuan tersebut akan membuat masyarakat mampu tidak bisa membeli elpiji melon dengan subsidi lagi atau dalam artian harus membeli dengan harga yang normal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan, mulai tahun depan pemerintah akan menerapkan subsidi tertutup untuk elpiji tiga kg. Jadi, hanya masyarakat miskin dan rentan miskin yang dapat membeli elpiji tiga kg dengan harga bersbusidi.

Sedangkan masyarakat mampu yang akan membeli elpiji tiga kg, lanjut Wirat, akan membeli dengan harga normal. "Program subsidi ini kita akan terapkan di 2017 dan saat ini sedang intensif pembahasan," kata Wirat, dalam diskusi energi, di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis 24 November.

Baca: Sebagian ASN di Kudus Dilarang Pakai Elpiji 3 Kg

Wirat menjelaskan, mekanisme pemberian subsidi tertutup itu akan menggunakan kartu. Masyarakat yang menerima kartu tersebut dapat membeli elpiji tiga kg paling banyak tiga tabung untuk rumah tangga dan sembilan tabung untuk usaha mikro.

Namun dalam pengadaan kartu tersebut, pemerintah sedang menimbang apakah akan menggunakan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) atau menggunakan kartu baru. Sejauh ini, pembahasan masih terus dilakukan agar berjalan sesuai dengan harapan.


Warga antre membeli gas (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

"Pertama adalah dengan cara memberikan kartu. Setiap bulan boleh beli tiga tabung. Kedua subsidi langsung, kartu itu diisi setiap bulan bisa beli dengan harga eceran tertinggi Rp15.000 hingga Rp16.000 per tabung. Yang tidak dapat subsidi membeli dengan harga biasa," jelas Wirat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), penerima kartu tersebut merupakan masyarakat miskin dan rentan miskin berjumlah 26,6 juta.

Tidak mau lagi salah sasaran dalam pemberian subsidi kepada masyarakat yang tidak mampu, Wirat menambahkan, saat ini pemerintah saat sedang memverifikasi kembali data tersebut.

Baca: PNS Tak Boleh Gunakan LPG 3 Kg

"Kita menggunakan data BPS yang sudah diolah TNP2K. Kemudian data itu kita verifikasi ke lapangan. Yang data miskin dan rentan miskin 26,6 juta. Miskin 15.5 juta. Itu kita bahas datanya. Setelah itu kita lakukan verifikasi," imbuh Wirat.

Rencananya, pemerintah akan melakukan sosialisasi secara masif pada Janurari-Februari di tahun depan. Setelah itu, Maret diharapkan secara bertahap penyaluran subsidi tertutup untuk elpiji tiga kg sudah dapat dilakukan.

"Januari-Februari sosialisasi dan Maret sudah mulai. Kita mulai di pulau yang tidak terlalu besar akan dimulai. Baru Jawa setelah itu," pungkas dia.

 


(ABD)