Tarif Tenaga Listrik Indonesia Diklaim Murah dan Kompetitif

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Aug 2017 10:54 WIB
tarif listrik
Tarif Tenaga Listrik Indonesia Diklaim Murah dan Kompetitif
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan tarif tenaga listrik (TTL) Indonesia bukan termahal di dunia. Justru, TTL Indonesia termasuk murah dan kompetitif di kawasan ASEAN.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan, berdasarkan data Kementerian ESDM Mei 2017 menyebutkan bahwa TTL untuk golongan rumah tangga di Indonesia sebesar Rp1.467 kWh, jauh lebih murah jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Filipina, Singapura, dan Thailand.

Sementara TTL Filipina tercatat sebesar Rp2.359 per kWh, Singapura Rp2.185 per kWh, dan Thailand sebesar Rp1.571 per kWh.

"Hal ini menepis anggapan bahwa tarif tenaga listrik di Indonesia adalah yang termahal di dunia," kata Dadan seperti dikutip dalam laman Kementerian ESDM, di Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Dadan menyampaikan, tarif yang kompetitif ini bukan hanya untuk golongan rumah tangga saja. Melainkan, untuk golongan pelanggan bisnis dan industri.

"TTL golongan bisnis besar dan industri besar juga kompetitif dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya," ucap Dadan.


Perbandingan Tarif Tenaga Listrik ASEAN. (Sumber: Kementerian ESDM)

Data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menunjukkan, untuk periode tarif Mei 2017, tarif untuk pelanggan bisnis besar sebesar Rp1.115 per kWh, sementara TTL di Thailand Rp1.149 per kWh, Singapura Rp1.523 per kWh, Filipina Rp1.464 per kWh, dan Vietnam Rp1.456 per kWh.

Sedangkan untuk industri besar, pada periode tarif yang sama, tarif di Indonesia adalah Rp997 per kWh, sementara Thailand Rp1.034 per kWh, Singapura Rp1.382 per kWh, dan Filipina Rp1.417 per kWh.

Sebelumnya, laporan International Energy Consultants (IEC) yang dirilis Mei 2016 lalu menunjukkan TTL rata-rata semua pengguna di Indonesia hanya USD7 sen per kWh atau sekitar Rp945 per kWh (kurs Rp13.500 per USD).

Menurutnya, TTL rata-rata ini merupakan yang terendah dibandingkan negara-negara lain yang dikaji, yakni Jepang (wilayah Kansai) sebesar USD23,3 sen per kWh, Hong Kong USD15,1 sen per kWh, Filipina USD14,6 sen per kWh, Singapura USD10,9 sen per kWh, Thailand USD9,9 sen per kWh, Korea Selatan USD9,5 sen per kWh, Malaysia USD8,8 sen per kWh, dan Taiwan sebesar USD8,7 sen per kWh.

 


(AHL)