Kementerian ESDM Usulkan Asumsi ICP RAPBN 2018 USD60-70/Barel

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 05 Jun 2018 13:55 WIB
kementerian esdm
Kementerian ESDM Usulkan Asumsi ICP RAPBN 2018 USD60-70/Barel
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: ANTARA/Agung Rajasa)

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar USD60 sampai USD70 per barel.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menjelaskan usulan itu melihat dengan pergerakan ICP dari 2016 hingga realisasi Mei 2018. Pada Januari-Desember 2016 ICP berada di USD40,13 per barel. Lalu pada Januari-Desember 2017 ICP berada di USD51,19 per barel dan Januari-Mei 2018 berada di level USD65,79 per barel.

"Kami mengusulkan asumsi antara kisaran USD60-USD70 per barel," kata Jonan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR-RI di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Selain itu, dalam mengusulkan asumsi makro untuk ICP di RAPBN 2019, Kementerian ESDM juga melihat perkiraan pergerakan harga minyak WTI berdasarkan Short Term Energy Outlook (USD DOE) pada 8 Mei 2018 sebesar USD60,86 per barel dan minyak Brent berdasarkan poling Reuters Perbankan dan Industri sebesar USD66,39 per barel.

Kemudian, lanjut Jonan, asumsi ICP ini juga melihat prediksi pemulihan pertumbuhan ekonomi global yang akan berdampak pada peningkatan permintaan energi termasuk minyak mentah dunia.

Diperkirakan akan terjadi peningkatan pasokan oleh beberapa negara non-OPEC yang memanfaatkan momentum pemangkasan produksi untuk meningkatkan pengeboran dan peningkatan produksi di Amerika Serikat (AS).

Meski demikian, Jonan menambahkan usulan asumsi makro untuk ICP ini masih perlu pendalaman lebih dengan Komisi VII DPR-RI karena pergerakannya ICP dipengaruhi oleh banyak faktor.

"Memang, asumsi ini perlu pendalaman lagi melalui RDP karena banyak tantangan di luar faktor ekonomi ada Semenanjung Korea, Iran, dan sebagainya," pungkas Jonan.‎


(AHL)