Pemerintah Diharap Berbenah soal Harga Gas Bumi di Hulu

Husen Miftahudin    •    Rabu, 21 Sep 2016 19:55 WIB
gas
Pemerintah Diharap Berbenah soal Harga Gas Bumi di Hulu
Ilustrasi. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII DPR RI meminta pemerintah menekan harga gas bumi di hulu agar lebih murah. Pasalnya, harga gas di hulu yang berasal dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) berkisar antara USD5 hingga USD8 per MMBTU.

Anggota Komisi VII DPR Satya Wira Yudha menjelaskan tingginya harga gas di hulu disebabkan lapangan gas yang memiliki tingkat keekonomian berbeda. Akan hal itu, harga gas yang sampai ke tangan industri bervariasi dan lebih mahal dibanding harga gas di negara tetangga.

"Jadi tidak bisa satu lapangan dipatok harga sama dengan lapangan lain. Ini harus dibenahi oleh pemerintah, pokoknya dari yang paling hulu dulu," ujar Satya saat dihubungi Metrotvnews.com, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Dia melanjutkan, saat ini pemerintah menggunakan sistem production sharing contract atau kontrak bagi hasil. Pemerintah bisa mengurangi biaya produksi gas di hulu dengan mengubah profit split. Tetapi, pemerintah juga harus rela keuntungannya berkurang.

"Dengan demikian, itu bisa menekan harga gasnya. Khususnya untuk lapangan yang sulit, lapangan yang membuat harga gas menjadi mahal," imbuhnya.

Langkah yang bisa diambil oleh pemerintah yakni meninjau ulang kontrak bagi hasil penghasil gas. Dalam hal ini, dia meminta SKK Migas turut serta mengurangi biaya produksi gas di hulu dengan mengubah profit split.

"Menekan harga gas murah itu tidak serta merta hanya memotong harganya, tapi juga harus mengatur dari hulunya. Ini SKK Migas dan lainnya harus turut serta," tegas Satya.

Seperti diketahui, menurut data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), harga gas bumi di Singapura hanya sekitar USD4,5 per juta British thermal unit (MMBTU), Malaysia USD4,47 per MMBTU, dan Filipina USD5,43 per MMBTU.

Di Indonesia, harga gas untuk industri berkisar antara USD9 hingga USD10 per MMBTU. Mahalnya gas bumi untuk industri itu karena pengaliran gas dari hulu ke konsumen menggunakan pipa transmisi dan pipa distribusi yang panjangnya kiloan meter.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA