Pembiayaan Diteken, Proyek PLTU Ekspansi Cirebon Siap Konstruksi

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 18 Apr 2017 12:07 WIB
proyek pltu
Pembiayaan Diteken, Proyek PLTU Ekspansi Cirebon Siap Konstruksi
Ilustrasi pembangkit. (FOTO: ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Konsorsium multinasional Cirebon Power telah melakukan penandatanganan perjanjian pembiayaan (loan agreement) senilai USD1,74 miliar atau setara lebih dari Rp23 triliun dengan tiga lembaga keuangan.

Penandatanganan ini dilakukan dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Korea Eximbank (KEXIM), dan Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) untuk proyek ekspansi Cirebon Power Unit 2 (Ekspansi Cirebon Power).

"Penandatangan perjanjian pembiayaan ini merupakan tonggak penting bagi penyelesaian Ekspansi Cirebon Power, dengan kapasitas 1 x 1.000 megawatt (mw) dan total nilai investasi USD2,2 miliar," ujar Presiden Direktur Cirebon Power Heru Dewanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa 18 April 2017.

Dia menambahkan, penandatanganan ini juga merupakan sumbangan penting bagi kemajuan program pemerintah untuk mewujudkan tambahan daya listrik sebesar 35.000 mw.

Baca: Jadi Objek Vital Nasional, PLTU Cirebon Konsisten Suplai Listrik ke PLN

Adapun Perjanjian Jual Beli Tenaga LIstrik/PJBTL (Power Purchase Agreement/PPA) Ekspansi Cirebon Power telah dilakukan 23 Oktober 2015 antara PLN dan Cirebon Power sebagai pengembang listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak 31 Maret 2016, dengan penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) Terbatas kepada Kontraktor EPC yang dipimpin oleh HDEC (Hyundai Engineering Corporation).

"Hal ini menunjukkan penuntasan skema pembiayaan proyek secara menyeluruh. Proyek ini akan menerima pencairan dana dalam waktu dekat, segera setelah itu SPK lengkap kepada kontraktor EPC akan diterbitkan untuk mempercepat konstruksi proyek," jelas Heru.

Baca: PLTU Cirebon Resmi Jadi Objek Vital Nasional

Menurut dia, dengan dukungan pendanaan dan kemampuan teknis yang telah teruji, pihaknya optimistis dapat mencapai target operasional atau Commercial Operation Date (COD) sesuai target.

"Kami ingin bisa segera turut berkontribusi untuk menerangi nusantara. Kami juga ingin turut berkontribusi membangun manusia (SDM) Indonesia selama proses pengembangan, konstruksi dan operasi," ujar dia.

Dengan mengadopsi teknologi Ultra Super Critical, pembangkit yang berlokasi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini kelak akan menggunakan batu bara kalori rendah yakni 4.000-4.600 kkal/kg, dan dapat melakukan pembakaran dengan efisiensi tinggi sehingga lebih ramah lingkungan.

Diperkirakan, PLTU Cirebon Ekspansi mampu  menghasilkan energi sebesar 7.533 GwH per tahun. Daya yang dihasilkan akan memperkuat sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali menggunakan transmisi 500 KV melalui koneksi Gardu Induk Mandirancan.

Baca: Gunakan Batu Bara Bersih, PLTU Cirebon Terbaik di Asia

Cirebon Power adalah konsorsium sejumlah korporasi multi nasional, yaitu Marubeni (Jepang), Indika Energy (Indonesia), Samtan dan Komipo (Korea) dan Jera (Jepang).

Sebelumnya Cirebon Power telah sukses mengoperasikan pembangkit Unit 1 berkapasitas 660 mw dengan teknologi Super Critical Boiler sejak 2012. Cirebon Power Unit 1 telah berperan sebagai salah satu penopang utama sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali dengan menyumbang 4.914 GwH per tahun.

Sejak dioperasikan Cirebon Power Unit-1 berhasil menjaga tingkat ketersediaan pasokan listrik (availability factor) senantiasa di atas 90 persen, dan tingkat emisi senantiasa kurang dari sepertiga ambang batas nasional.

Karenanya, Cirebon Power telah mendapat penghargaan Clean Coal Technology dari ASEAN Centre for Energy pada tahun 2013, dan Coal Power Project of The Year dari Majalah Asia Power di Hong Kong pada September 2016 lalu.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA