Lelang WK Migas Mulai Diminati

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 09 Aug 2017 09:16 WIB
migas
Lelang WK Migas Mulai Diminati
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat dari 10 Wilayah Kerja (WK) migas konvensional yang dilelangkan hanya satu WK migas saja yang belum diminati. Tentu diharapkan semua WK yang ada bisa segera terserap sesuai dengan keinginan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan, setelah memperpanjang periode akses bid document sampai 11 September 2017 dan pemasukan dokumen partisipasi diperpanjang sampai 18 September 2017, sudah ada beberapa perusahaan yang mengakases dokumen untuk mengikuti lelang 10 WK migas konvensional tersebut.

"Status sampai saat ini dari 10 dokumen (WK migas), hanya satu WK migas yang tidak diakses (oleh perusahaan)," kata Ego, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.

Menurut Ego, dengan melakukan akses dokumen tersebut artinya perusahaan-perusahaan itu telah menunjukan minatnya terhadap WK migas yang dilelangkan pemerintah. Ego yakin dengan skema kontrak bagi hasil gross split yang ditawarkan akan menambah peminat lelang.

"Jadi minatnya dengan adanya skema gross split," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral IGN Wiratmaja Puja, yang dahulu menjabat sebagai Dirjen Migas menyebutkan, ada lima perusahaan yang telah mengambil dokumen WK Andaman II dan dua perusahaan mengambil dokumen WK East Tanimbar. Sementara WK Tongkol, WK Pekawai, WK Andaman I, WK West Yamdena dan WK Mamberamo masing-masing satu perusahaan.

Seperti diketahui, ada 10 WK Migas konvensional yang dilelangkan pemerintah.

Lelang reguler
1. WK Tongkol di Lepas Pantau Natuna.
2. WK Tanimbar di Maluku.
3. WK Memberamo di Papua.

Penawaran langsung:
1. WK Andaman 1.
2. WK Andaman 2.
3. WK South Tuna di Kepulauan Riau.
4. WK Merak di Banten dan Lampung.
5. WK Pekawai di Kalimantan TImur.
6. WK West Yamdena di Maluku.
7. WK Kasuri III di Papua Barat.


(ABD)