Pemerintah Percepat PJBG Gas Jambaran Tiung Biru dan PT Pertamina EP Cepu

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Aug 2017 19:14 WIB
pln
Pemerintah Percepat PJBG Gas Jambaran Tiung Biru dan PT Pertamina EP Cepu
Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. MI/PANCA SYURKANI.

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menargetkan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) PT PLN (Persero) dengan PT Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dilakukan paling lambat satu bulan dari penandatanganan Head of Agreement (HoA) tentang pasokan gas bumi lapangan gas JTB.

"PJBG paling telat satu bulan," kata Arcandra di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Arcandra menjelaskan, HoA antara PLN dan Pertamina, sudah menetapkan harga gas sebesar USD7,6 per MMBTU flat sampai berakhirnya kontrak.



"Tapi harga sudah ada tanda tangan. Dari HoA ini tanda tangan Pak Menteri sudah ada, jadi tidak berubah lagi. Ini pendahuluan, dalam waktu satu bulan saya akan lihat sendiri PJBG Insyaallah akan selesai," jelas Arcandra

Arcandra juga menuturkan, demi menurunkan harga gas sampai keekonomian PLN, biaya investasi lapangan gas JTB oleh PEPC juga diminta untuk diturunkan dari sebesar USD2,05 miliar menjadi USD1,55 miliar.

Pemerintah pun merevisi bagi hasil antara pemerintah dan operator. Semula 60 persen pemerintah dan 40 persen operator menjadi 55 persen bagian operator dan 45 persen bagian pemerintah.

"Iya benar. Untuk Hulunya pemerintah udah memutuskan karena disini ada CO2 cukup tinggi, keekonomiannya juga mepet. Maka yang dulunya 60 : 40 menjadi 55 : 45. Pertamina 55, pemerintah 45," ucap Arcandra.

Penambahan bagi hasil kepada operator ini diterangkan Arcandra sebagai insentif karena kandungan karbon dioksida (CO2) di lapangan JTB cukup tinggi sehingga menambah biaya investasi. Rencananya, gas dari lapangan JTB akan digunakan oleh PLN untuk PLTGU Jawa 3 yakni sebesar 100 MMSCFD dan 72 MMSCFD untuk industri di Jawa Timur. Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa Gresik-Semarang.



 


(SAW)