Komisi VII DPR-RI Setujui Usulan Subsidi Energi hingga Rp118,99 Triliun

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 16 Jun 2017 11:23 WIB
kementerian esdm
Komisi VII DPR-RI Setujui Usulan Subsidi Energi hingga Rp118,99 Triliun
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Usulan subsidi energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekitar Rp106,13 triliun sampai Rp118,99 triliun disetujui oleh Komisi VII DPR-RI.

Dalam rapat kerja tentang penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) Kamis malam 15 Juni 2017, Kementerian ESDM mengusulkan subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terdiri dari minyak tanah dan solar untuk tahun anggaran 2018 sekitar Rp9,7 triliun sampai Rp18,2 triliun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan melalui perhitungan rata-rata Juni 2017, maka subsidi untuk minyak tanah sekitar Rp2,58 triliun sampai Rp2,50 triliun dan subsidi solar sekitar Rp7,42 triliun sampai 15,62 triliun.

"Dari sisi biaya, dengan harga rata-rata Juni untuk pengadaan solar, minyak tanah, maupun elpiji, subsidi yang dibutuhkan untuk BBM saja Rp9,7 triliun sampai Rp18,12 triliun. Minyak solar Rp7,42 triliun sampai Rp15,62 triliun. Minyak tanah Rp2,58 triliun sampai Rp2,5 triliun," sebut Wirat.

Sementara untuk subsidi elpiji, wirat menyebutkan proyeksi subsidi tahun depan akan berkisar antara Rp43,77 sampai Rp44,1 triliun. "Dan elpiji diproyeksikan Rp43,77 triliun-Rp44,10 triliun," imbuh dia.

Kemudian, untuk subsidi listrik, berdasarkan usulan Kementerian ESDM mengalami peningkatan dari APBN 2017 sebesar Rp44,98 triliun menjadi sekitar Rp52,66 triliun sampai Rp56,77 triliun pada RAPBN 2018.

"Komisi VII DPR RI menerima perkiraan volume dan nilai subaidi BBM dan elpiji dan listrik tahun anggaran 2018 seperti BBM bersubsidi bervolume 15,44 kiloliter sampai 16,26 kiloliter dengan perkiraan nilai Rp9,70 triliun sampai Rp18,12 triliun dan untuk elpiji 3 kg bervolume 6.952 ton sampai dengan 7.004 ton," tutup Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu membacakan kesimpulan rapat.


(AHL)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA