Produksi Dalam Negeri Tidak Cukup

Pertamina Keluarkan Biaya Besar untuk Impor Crude-BBM-LPG

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 18 Jul 2017 10:31 WIB
pertaminastok bbmharga bbm
Pertamina Keluarkan Biaya Besar untuk Impor <i>Crude</i>-BBM-LPG
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat harus mengeluarkan biaya belasan miliar dolar Amerika Serikat (USD) untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah (crude), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG dalam negeri.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengatakan, impor minyak mentah dilakukan karena minyak mentah domestik tidak cukup guna memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Setidaknya setiap bulan perseroan harus mengimpor 350 ribu sampai 400 ribu barel.

"Kan kalau impor itu kita harus beli dari luar karena minyak mentah domestik tidak cukup. Kurang lebih kita impor itu 400 ribu barel per bulan. Tapi itu ya naik dan turun," kata Arief, di Komplek Parlementer Senayan, Jakarta, Senin 17 Juli 2017.

Arief menjelaskan, total biaya yang dikeluarkan untuk membeli minyak mentah, BBM, dan LPG dari luar negeri dalam satu tahun mencapai kisaran belasan miliar. Untuk 2016, ia menuturkan, perseroan telah merogoh dana sekitar USD16,2 miliar. Sementara untuk semeser I-2017 mencapai sebesar USD10 miliar.

"USD16,2 miliar di 2016. Lalu di 2017, untuk setengah tahun kurang lebih USD10 miliar. Itu untuk minyak mentah, BBM, dan LPG," ucap dia.

Adapun untuk rincian volume tiga jenis barang impor itu, Arief menyebutkan, LPG lima sampai enam ton per tahun, BBM sebanyak delapan sampai sembilan juta barel per bulan, dan minyak mentah 350-450 ribu barel per bulan.

"LPG itu kurang lebih, karena LPG naik turun ya dan setahunnya 5-6 juta ton. BBM 8-9 juta barel satu bulan. Minyak mentah 350-400 ribu barel per bulan,"  jelas dia.

Namun, ketika ditanya proyeksi sampai dengan akhir 2017, Arief menuturkan kegiatan impor ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Oleh karena itu, perseroan tidak bisa memprediksi berapa angka minyak dunia hingga akhir tahun.

"Kalau akhir tahun saya tidak tahu prediksi harga minyak," pungkas dia.

 


(ABD)