Daftar 9 Kesepakatan Kerja Sama Bisnis Indonesia-AS

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 21 Apr 2017 19:38 WIB
indonesia-as
Daftar 9 Kesepakatan Kerja Sama Bisnis Indonesia-AS
Wakil Presiden AS Mike Pence membahas beberapa kesepakatan perdagangan dan perekonomian dengan Indonesia. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM?) Ignasius Jonan mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menyaksikan sembilan penandatanganan Kesepakatan Business to Business (B-to-B) antara Indonesia dan Amerika.

Seperti dikutip dari laman Kementerian ESDM, Jumat 21 April 2017, kesembilan? kesepakatan tersebut tersebar diberbagai sektor yaitu sektor migas, kelistrikan, infrastruktur, sampai dengan sektor dirgantara.

Dalam fact sheet Kementerian ESDM menyebutkan kesembilan kesepakatan tersebut adalah:

1. ExxonMobil akan menandatangani kontrak penjualan LNG sebanyak 1 juta ton per tahun dengan PT Pertamina (Persero) selama 20 tahun, yang akan berlaku pada 2025.

Baca: Kunjungan Pence, Pertamina-ExxonMobil Teken MoU USD6 Miliar

2. Kerja sama Pacific Infra Capital, PT. Infra Cerdas Indonesia, dan PT. PLN untuk pemasangan smart-metering di jaringan listrik Jawa-Bali.

3. Kerja sama PLN-PowerPhase untuk pemasangan TurboPhase booster system pada PLTG. Teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi, dan memperbesar output listrik yang dihasilkan.

4. Kerja sama PLN-Applied Material untuk memasang Fault Current Limiter yang dapat mengurangi Fault Current Levels di jaringan listrik Jawa Barat. Applied Materials berkeinginan untuk melakukan FS untuk teknologi ini pada gardu induk 500 kv.

5. Kerja sama PLN-Halliburton untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Tulehu Ambon serta strategi jangka panjang untuk pengembangan Panas Bumi.

6. Kerja sama Greenbelt Resources dan Jababeka Infrastructure untuk pengembangan fasilitas waste to resource di Jababeka yang akan disebut JababECO.

7. Kerja sama TNI Angkatan Udara Indonesia dengan Lockheed Martin, terkait teknologi Sniper Advanced Targeting Pods (ATP).

8. Kerja sama Honeywell dengan PT. Dirgantara Indonesia untuk penyediaan 34 mesin turboprop TPE331.

9. Kerja sama NextGen dengan Pemerintah Samarinda untuk proyek low carbon waste-to-electricity.




Selain itu, diumumkan juga kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya, antara General Electric (GE) dengan PLN terkait pengadaan turbin yang paling efiesien, dan membantu menekan harga serta mereduksi emisi karbon. GE dan partner telah mendukung beroperasinya 600 megawatt (mw) pembangkit listrik dalam proyek 35.000 mw, dan akan menyuplai tambahan listrik sebesar 2.650 mw.

Kemudian kerja sama Ormat Technologies dengan PLN dalam penyelesaian PLTP Sarulla 3x110 mw dengan total investasi sekitar USD1,7 miliar. Dari investasi tersebut, sebesar USD260 juta pengadaannya didukung oleh Ormat. PLTP Sarulla Unit I telah beroperasi secara komersial sejak Maret 2016. PLTP tersebut merupakan salah satu terbesar di dunia dan PLTP paling efisien di Indonesia.


(AHL)