PLN Teken PPA dengan 9 IPP Energi Baru Terbarukan 640,65 MW

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 16 Nov 2017 11:41 WIB
plnenergi terbarukan
PLN Teken PPA dengan 9 IPP Energi Baru Terbarukan 640,65 MW
PLN Teken PPA dengan 9 IPP Energi Baru Terbarukan 640,65 MW. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)

Jakarta: PT PLN (Persero) hari ini menandatangani kontrak jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan sembilan perusahaan listrik swasta (independent power producer/IPP) untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga energi baru terbarukan (EBT).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Menurut Jonan, dengan ditandatanganinya PPA pembangkit listrik EBT menunjukkan iklim investasi EBT masih menarik.

"Saya ucapkan terima kasih para pengembang yang punya semangat membangun energi baru terbarukan," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Jonan mengatakan, sembilan pembangkit IPP energi terbarukan yang melakukan penandatanganan PPA kali ini terdiri dari satu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan tujuhPembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM) dengan total kapasitas mencapai 640,65 megawatt (mw). Pembangkit-pembangkit tersebut berlokasi tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.


Daftar 9 IPP Energi Baru Terbarukan 640,65 MW (FOTO: dokumentasi Kementerian ESDM)

Pelaksanaan acara ini sejalan dengan upaya mempercepat pengembangan pembangkit listrik khususnya energi terbarukan, sekaligus juga sebagai wujud kebijakan Pemerintah untuk mengoptimalkan Biaya Pokok Produksi (BPP) tenaga listrik dalam rangka menyediakan tenaga listrik yang berkelanjutan dan Tarif Tenaga Listrik yang terjangkau oleh masyarakat dan kompetitif bagi dunia industri.

Total investasi sembilan proyek yang PPA hari ditandatangani sebesar Rp20,4 triliun. Jika dihitung dari penandatanganan PPA EBT pertama pada 2 Agustus 2017, maka total kapasitas pembangkit energi terbarukan yang sudah manandatangani PJBL sampai saat ini sebesar 1.189,22 mw.

"Dengan ditandatangani PPA ini, pada tahun ini saya dapat melaporkan, tahun ini sudah tiga kali penanadatangan PPA EBT. Pertama pada 2 Agustus dengan kapasitas 257,17 mw, pada 8 September 291,4 mw, ketiga hari ini 640,45. Jadi jumlah total 1.189 mw," sebut dia.

Adapun, harga jual yang tertuang dalam PPA proyek pembangkit listrik energi terbarukan ini mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik.

Lingkup dari PPA juga telah mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 49 Tahun 2017 tentang Pokok-Pokok dalam Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik.


(AHL)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA