Lima Badan Usaha Turunkan Harga BBM, Kapan Pertamina?

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 13 Dec 2018 10:30 WIB
pertaminaharga bbm
Lima Badan Usaha Turunkan Harga BBM, Kapan Pertamina?
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: Lima badan usaha di hilir migas telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebagai tindak lanjut dari permintaan pemerintah.

Lima badan usaha tersebut yaitu Total, AKR Corporindo, Garuda Mas Energi, Vivo, dan ExxonMobil. Total menurunkan harga BBM jenis Performance 92 dan Performance 95 mulai dari Rp200-Rp250 per liter.

Performance 92 diturunkan menjadi sebesar Rp10.800 per liter dari bulan lalu sebesar Rp 11.050 per liter. Harga Perfomance 95 sebesar Rp12.350 per liter, sebelumnya sebesar Rp12.550 per liter.

Sementara AKR telah menurunkan BBM jenis Akra 92 sebesar Rp100 per liter dari Rp9.800 ke Rp9.700. Adapun Garuda Mas Energi menurunkan Rp25 per liter dan Vivo hampir Rp1.000 per liter. Terakhir yakni ExxonMobil menurunkan BBM jenis Gasolin 92R atau setara Pertamax di wilayah penyaluran Jawa Barat dan Banten.

ExxonMobil menurunkan harga sebesar Rp1.100 per liter. Harga jual eceran Gasolin 92R turun menjadi Rp9.800 dari sebelumnya Rp10.900 per liter.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan masih ada dua badan usaha yang belum menurunkan harga.

"Yang belum tinggal Pertamina dan Shell," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Desember 2018.

Baca: Pertamina Siap Lakukan Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi

Lantas kapan Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) menurunkan harga BBM nonsubsidi?

Djoko mengatakan perseroan menjanjikan untuk menurunkan harga di awal tahun depan. "Ya janjinya begitu Januari untuk nonsubsidi," tutur Djoko.

Namun hingga kini belum ada laporan dari Pertamina terkait hal tersebut. Djoko mengatakan apabila janji tersebut tidak ditepati maka pihaknya bakal kembali memanggil Pertamina.

Terkait sanksi, apabila tidak menurunkan sesuai yang dijanjikan, dirinya bilang akan didiskusikan sesuai dengan formulasi yang berlaku saat ini.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan naik turunnya harga Pertamax Cs merupakan keputusan bisnis (business decision) bagi Pertamina yang diambil dengan mempertimbangkan banyak perhitungan. Namun yang pasti keputusan tersebut diambil di saat yang tepat.

"Kita akan mengambil keputusan di saat yang tepat," kata Nicke.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya meminta perusahaan penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi untuk menurunkan harga jual saat harga minyak dunia mengalami penurunan.

Saat ini pergerakan harga minyak dunia mengalami penurunan. Mengutip data Bloomberg WTI Crude Oil untuk kontrak Januari 2019 dihargai USD54,44 per barel. Sementara Brent Crude (ICE) untuk kontrak Januari 2019 sebesar USD63,66 per barel.

"Kalau harga minyak turun, harus turun dong (harga BBM)," kata Djoko, Rabu, 21 November lalu.

 


(AHL)