Freeport Tunggu Persetujuan Ekspor Kemendag

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 21 Feb 2018 17:50 WIB
freeport
Freeport Tunggu Persetujuan Ekspor Kemendag
Tambang Freeport ANT/Puspa Perwitasari.

Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menunggu persetujuan ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) meskipun telah mengantongi rekomendasi izin ekspor selama satu tahun dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kami sudah mendapatkan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari ESDM dan akan dilanjutkan untuk proses approval berikutnya oleh Kementerian Perdagangan," kata Riza kepada Medcom.id, Rabu, 21 Februari 2018.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, jika Kementerian ESDM sudah mengeluarkan izin tersebut seharusnya pihaknya sudah mengeluarkan izinnya sehingga perusahaan tidak mengalami kendala.

"Kalau rekomendasi itu langsung keluar," ucap Enggartiasto. 

Dilain sisi, mengenai volume ekspor yang tidak sesuai dengan yang diusulkan perusahaan Riza mengungkapkan, sejauh ini belum terlihat atau dampak seperti apa. Begitu juga dengan potensi penumpukan produksi. "Kami belum mengevaluasi dampaknya," pungkas Riza.

Sebelumnya, izin ekspor perusahaan tambang raksasa itu telah diterbitkan pada 15 Februari 2018. Izin tersebut berlaku selama satu tahun sampai 15 Februari 2019. Namun, volume kuota ekspor yang diputuskan pemerintah selama satu tahun tidak sesuai dengan keinginan PTFI.

"(Izin ekspor) PTFI 15 Februari 2018 sampai 15 Februari 2019. Jumlah rekomendasi 1.247.866 wet ton, dari permohonan 1.663.916 wet ton," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Susigit.

Bambang perpanjangan izin ekspor diberikan karena progres pembangunan smelter sudah mencapai 2,4 persen. "Capaian pembangunan smelter 2,4 persen (lebih besar dari target)," sebut Bambang.





(SAW)