Tarif Listrik Penyumbang Inflasi Terbesar Selama 2017

   •    Sabtu, 06 Jan 2018 12:48 WIB
tarif listrik
Tarif Listrik Penyumbang Inflasi Terbesar Selama 2017
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jember: Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jember Candra Birawa mengatakan tarif listrik menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar selama 2017 di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi sepanjang 2017 di antaranya tarif listrik, bensin, beras, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter dan telur ayam ras," katanya di Jember, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 6 Januari 2017.

Selama 2017, lanjut dia, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk menyesuaikan tarif listrik 900 kwh nonsubsidi sejak Januari sampai dengan Juli 2017 yang menyebabkan komoditas tarif listrik menempati urutan pertama pemicu inflasi di Kabupaten Jember.

"Dari 10 komoditas utama pemicu inflasi, sebagian besar berasal dari komponen administered price seperti tarif listrik, bensin, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, biaya perpanjangan STNK, dan rokok kretek," tuturnya.

Menurutnya selama 2017 penyebab terjadinya inflasi sebesar 3,52 persen karena pengaruhnya didominasi oleh penaikkan indek harga komponen administered price yakni sebesar 12,36 persen dengan andil inflasi sebesar 2,41 persen.

"Selain tarif listrik, kenaikan rokok kretek juga memberikan andil inflasi cukup besar selama 2017 karena kenaikan cukai rokok rata-rata 11,19 persen," ucapnya.

Kebijakan pemerintah tentang cukai rokok itu membuat para pengusaha rokok menaikkan harga rokok, tercatat setiap bulannya selama 2016 dan 2017 harga rokok naik sedikit demi sedikit sehingga secara kumulatif setahun kenaikkan harganya cukup besar dan menempati urutan kelima menyumbangkan inflasi di Kabupaten Jember.

Berdasarkan pengelompokan disagregasi inflasi atau menurut komponen selama 2017, komponen yang mengalami inflasi tertinggi adalah komponen administered price sebesar 12,36 persen yang memberikan sumbangan inflasi 2,41 persen, diikuti oleh komponen core sebesar 1,74 pesen yang memberikan sumbangan inflasi 1,02 persen, dan inflasi terendah terjadi pada komponen volatile foods sebesar 0,44 persen yang memberikan sumbangan inflasi 0,09 persen.

"Inflasi tahunan Jember 2017 sebesar 3,52 persen dan lebih rendah dibandingkan dengan Jawa Timur sebesar 4,04 persen, dan nasional sebesar 3,61 persen," imbuhnya.

Berdasarkan data BPS, dalam kurun waktu enam tahun, inflasi tahunan (year on year) Kabupaten Jember sejak 2013 hingga 2017 inflasinya lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi Jawa Timur dan nasional.


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA