Tarif Batu Bara dalam Skema DMO Muncul Pekan Depan

Kautsar Widya Prabowo    •    Kamis, 15 Feb 2018 17:12 WIB
batu bara
Tarif Batu Bara dalam Skema DMO Muncul Pekan Depan
Batu Bara. Dok; ANT.

Jakarta: Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng akan segera memberikan pemberlakuan tarif batu bara dalam skema domestic market obligation (DMO) sebagai bahan bakar primer pembangkit listrik pada pekan depan.

"Sudah beres kok tinggal tunggu saja minggu depan," ujar Andy ditemui usai menghadiri pelantikan pejabat administrasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.

Penetapan harga batu bara tersebut dapat mendukung PT PLN (Persero) menjalankan penugasan pemerintah mencapai target 100 persen elektrifikasi dan proyek listrik 35 ribu megawatt (mw).

Sementara itu, pengamat ekonomi energi UGM Fahmy Radhi meminta pemerintah menetapkan harga batu bara yang wajib diserap ke dalam negeri (DMO) untuk kebutuhan energi primer pembangkit listrik. Penetapan ini untuk menjaga tarif listrik. "Penetapan harga batu bara DMO untuk listrik itu akan menjaga tarif listrik tetap seperti saat ini," ujarnya.

Ia menambahkan harga batu bara dapat menurunkan penerimaan negara, namun pemerintah harus lebih mendahulukan kepentingan negara dan rakyat ketimbang pengusaha semata. "Pengendalian harga batubara itu merupakan jalan tengah untuk mengurangi beban PLN, dengan sedikit mengurangi keuntungan pengusaha batu bara," ujarnya.

Pemberlakuan tarif ini bisa meringankan beban PLN untuk menyediakan listrik yang bersahabat dengan rakyat. Pemerintah telah memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik hingga 31 Maret 2018 sebagai komitmen keberpihakan kepada rakyat. 



  


(SAW)