PNS DKI Dilarang Pakai LPG 3 Kg, Pertamina Bidik Subsidi Tepat Sasaran

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 12 Sep 2017 12:53 WIB
pertaminaelpiji 3 kg
PNS DKI Dilarang Pakai LPG 3 Kg, Pertamina Bidik Subsidi Tepat Sasaran
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Rusman)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) terus menggencarkan distribusi produk elpiji bersubsidi yang tepat sasaran. Hal ini pun mendapat dukungan penuh dari para Kepala Daerah di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Aturan tersebut tertuang dalam peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2017 tentang Larangan Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 (tiga) kg, para pegawai negeri sipil di lingkungan provinsi DKI Jakarta dilarang untuk menggunakan produk elpiji 3 kg bersubsidi.

Dalam rangka menyosialisasikan Seruan Gubernur tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Pertamina (Persero) beserta Hiswana menggelar acara Sosialisasi Seruan Gubernur DKI Jakarta dan Keamanan Penggunaan Elpiji. Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi menyampaikan kepada seluruh hadirin yang diwakili oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kecamatan Duren Sawit dan perwakilan masyarakat mampu agar tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi.

"Dengan nilai pendapatan yang diperoleh saat ini, PNS di lingkungan Pemprov DKI sudah tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi. Karena ini merupakan produk bersubsidi dan diperuntukkan bagi warga dari kalangan tidak mampu atau yang berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta," jelas Tri, dalam sambutannya saat sosialisasi di Aula Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti dikutip dalam rilis yang dikeluarkan Pertamina, Selasa 12 September 2017.

Melalui program sejenis yang didukung penuh oleh para Kepala Daerah di Indonesia tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan peruntukkan produk bersubsidi dan nonsubsidi dari Pertamina. Bahkan pada program sosialisasi yang baru berlangsunguntuk pertama kali tersebut, Tim Pertamina memberikan beberapa program promosi khusus, seperti potongan harga sampai dengan program trade-in tabung elpiji 3 kg dengan Bright Gas 5,5 kg.

"Kami berharap program ini dapat terus berjalan dengan baik, sehingga distribusi untuk produk bersubsidi menjadi tepat sasaran sesuai regulasi yang berlaku," kata Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat, Yudi Nugraha.

Sebelumnya program sosialisasi ini telah dilaksanakan di 11 kecamatan di wilayah DKI Jakarta dari total 42 Kecamatan yang akan dilakukan serupa. Sosialisasi juga dilengkapi dengan sosialisasi penggunaan elpiji aman yang langsungdisampaikan oleh Tim dari Pertamina bekerja sama dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas).

Maksud dari sosialisasi keamanan penggunaan elpiji tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif kepada para pengguna elpiji, khususnya di kalangan rumah tangga tentang cara aman menggunakan elpiji.

"Sosialisasi keamanan ini bermaksud agar menhimbau masyarakat tentang penggunaan elpiji yang aman seperti misalnya ruangan dapur yang cukup ventilasi, selang atau regulator yang perlu diganti secara berkala, dan faktor penting lainnya yang wajib dipahami oleh masyarakat. Kami sangat berharap, melalui acara sosialisasi ini masyarakat menjadi lebih terbuka wawasannya terkait fungsi keamanan dalam menggunakan elpiji," jelas Yudi.

Khusus produk elpiji nonsubsidi, pertamina menyediakan layanan pesan antar khusus untuk produk Bright Gas. Hanya dengan menelpon ke nomor 1-500-000 (Pertamina Contact Center), maka Bright Gas akan langsung meluncur ke rumah para konsumen.

Hal tersebut merupakan komitmen Pertamina untuk memudahkan konsumen dalam membeli elpiji nonsubsidi. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk elpiji Pertamina, masayarakat dapat menghubungi contact Pertamina dengan nomor 1-500-000 yang beroperasi selama 24 jam.


(AHL)