Indonesia Kaji Untung Rugi Kembali Masuk jadi Anggota OPEC

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 11 Jul 2017 18:40 WIB
opec
Indonesia Kaji Untung Rugi Kembali Masuk jadi Anggota OPEC
Indonesia mengkaji untung ruginya jika kembali bergabung dengan OPEC. (FOTO: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah tengah mempertimbangkan ajakan untuk kembali bergabung dan menjadi anggota aktif Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (Organization of The Petroleum Exporting Countries/OPEC).

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ajakan untuk bergabung kembali itu merupakan suatu hal yang bagus bagi Indonesia. Sebab, meskipun produksi minyak Indonesia di bawah satu juta barel ternyata anggota OPEC masih menginginkan Indonesia kembali.

"Kita tungggu saja, mereka ingin Indonesia masuk, itu hebat kan, padahal kita tidak memenuhi syarat lagi jumlah produksinya di bawah 1 juta barel," kata Luhut di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa 11 Juli 2017.

Namun, Luhut mengaku saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan ajakan tersebut. Pemerintah sedang menimbang baik-buruknya jika kembali masuk menjadi anggota aktif.

"Tentu mereka melihat bahwa kehadiran Indonesia ‎punya pengaruh di sana, kita sedang menghitung untung rugi masuk kembali ke sana," tutur Luhut.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar mengatakan pihak pemerintah Indonesia sudah mengirim surat kepada OPEC per 24 Mei 2017 terkait ajakan tersebut.




Dalam surat itu, pemerintah Indonesia meminta syarat dan pengecualian karena sesuai dengan arahan dan strategi nasional yang sedang dijalankan saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan produksi.

Artinya, kalau pun Indonesia masuk ke dalam OPEC, Indonesia meminta untuk tetap menjalankan strategi nasional dan tidak memotong produksi seperti negara anggota OPEC yang lain.

"Sedang di internal OPEC. Intinya adalah ini harus jalan dengan strategi kita dalam pengembang migas nasional. Kita mau meningkat produksi tapi produksi di cut off. Kita berharap bisa dapat pengecualian," jelas dia.

Sebelumnya, Indonesia memutuskan untuk membekukan sementara (temporary suspend) keanggotaan di OPEC. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria. Langkah pembekuan diambil menyusul keputusan sidang untuk memotong produksi minyak mentah sebesar 1,2 juta barel per hari, di luar kondensat.


(AHL)