ExxonMobil Keluar dari Konsorium Blok East Natuna

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 18 Jul 2017 16:01 WIB
blok natuna
ExxonMobil Keluar dari Konsorium Blok East Natuna
Exxxon. Dok:Perusahaan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah sudah mendapatkan surat dari perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Amerika Serikat, ExxonMobil yang menyatakan keluar dari konsorsium blok East Natuna.

Direktur Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), IGN Wiratmaja Puja mengatakan dalam surat yang diberikan kepada Kementerian ESDM ExxonMobil mengatakan, bahwa terms Blok East Natuna tidak ekonomis.

"Exxon bilang saat ini tidak ekonomis dengan Terms yang ada," kata Wirat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa 18 Juli 2017.

Seperti diketahui kandungan karbondioksida yang sangat besar di Blok East Natuna yakni sekitar 72 persen menjadi satu alasan mengapa ExxonMobil tidak berminat dengan blok tersebut. Menurut mereka jika kandungan karbondioksida sebanyak itu, perlu teknologi super canggih untuk mengelolanya.

Sedanhkan jika harus mengeluarkan teknologi yang super canggih, artinya ExxonMobil harus merogoh dana yang sangat besar. Teknologi yang dikeluarkan itu tidak sebanding dengan gas yang dihasilkan.

Namun, meskipun ExxonMobil menyatakan tidak berminat, Wirat melanjutkan, dalam suratnya kepada pemerintah, ExxonMobil tetap menawarkan bantuan seperti teknologi dan teknis kepada Indonesia.

"Di suratnya ExxonMobil jelas-jelas dia bilang, mereka memiliki teknologi dan kemampuan teknis, jika diperlukan siap membantu Indonesia. Itu isi suratnya," ucap Wirat.

Pengelolaan Blok East Natuna terdiri dari konsorsium dengan Pertamina sebagai lead-nya. Lalu, Pertamina? menggandeng ExxonMobil dan perusahaan migas asal Thailand PTT EP sebagai anggota. Pemerintah pun menyerahkan kepada Pertamina untuk menggandeng partner baru pengganti ExxonMobil.

"Nanti ini perlu dibahas, Pertamina ingin konsorsium dengan siapa. Kan pemerintah sudah ada penugasan pertamina dan boleh bekerjasama dengan partner yang, pengelola wilayah kerja sebelumnya," jelas dia.

Saat ini Pertamina sedang menyiapkan kajian teknologi dan market (Technology and Market Review/TMR) mengenai Blok East Natuna. Kajian ini digunakan untuk menentukan syarat dan ketentuan dalam kontrak tersebut.

"Nah ini konsorsium lakukan feasibility study, belum pengelolaan wilayah kerja. Yang disebut TMR (Technology Market Review), ini konsorsium Pertamina Exxon dan PTT. Kalau pengelolaannya nanti ke Pertamina," imbuh dia.


(SAW)