Star Energy Jadi Pemilik Tiga PLTP Chevron

Husen Miftahudin    •    Minggu, 16 Apr 2017 03:12 WIB
pengembangan aset
Star Energy Jadi Pemilik Tiga PLTP Chevron
Seorang pegawai memeriksa kondisi udara menggunakan multigas detector di lokasi pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP) di Chevron Geothermal Salak, Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Antara/Budiyanto).

Metrotvnews.com, Jakarta: Star Energy, perusahaan terafilisasi PT Barito Pacific Tbk (BRPT) resmi menjadi pemilik tiga Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Chevron Corp yang ada di Indonesia dan Filipina. Pembelian tiga aset ini mencapai sebanyak USD2,3 miliar atau setara Rp31,05 triliun (kurs Rp13.500/USD).

Konsorsium Star Energy untuk pembelian PLTP yang dikelola Chevron terdiri atas Star Energy Group Holdings, Star Energy Geothermal, AC Energy (Ayala Group) Filipina, dan EGCO dari Thailand. Grup Star Energy memiliki sekitar 68,31 persen saham konsorsium, AC Energy menguasai 19,3 persen, dan EGCO memiliki 11,89 persen.

Executive Vice President, Upstream, Chevron Corporation Jay Johnson mengatakan penuntasan perjanjian jual beli PLTP di Filipina dan Indonesia dengan Konsorsium Star Energy dilakukan pada 31 Maret 2017 dan dimasukkan ke dalam kinerja perusahaan pada kuartal I-2017. Sementara untuk penjualan aset panas bumi Chevron di Filipina paling lambat tuntas pada akhir 2017.

Chevron melepas aset-aset panas bumi yang dikuasainya di Indonesia dan Filipina ke Konsorsium Star Energy. Pelepasan aset ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli aset antara kedua perusahaan.

"Aset-aset panas bumi Chevron menghasilkan energi yang andal untuk mendukung kebutuhan ekonomi Asia Pasifik yang berkembang. Penjualan ini sejalan dengan strategi untuk memaksimalkan nilai bisnis hulu global kami melalui pengelolaan portofolio yang efektif," ujar Johnson dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu 15 April 2017.

Tiga aset PLTP Chevron yang dijual kepada konsorsium Star energy adalah PLTP Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat berkapasitas 370 megawatt (MW) dan PLTP Darajat di Kabupaten Garut, Jawa Barat berkapasitas 240 MW.

Sementara objek transaksi di Filipina adalah pengambilalihan 40 persen saham aset panas bumi Tiwi-MakBan berkapasitas 326 MW. Dengan demikian, total kapasitas PLTP dalam jual beli ini mencapai 740 MW.
(HUS)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA