Kasus Suap PLTU Riau tak Hambat Program Indonesia Terang

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 17 Jul 2018 16:10 WIB
korupsi pltu
Kasus Suap PLTU Riau tak Hambat Program Indonesia Terang
PLTU. MI/Galih Pradipta.

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan program mengaliri listrik ke penjuru negeri (Indonesia terang) tetap berjalan meski terdapat dugaan kasus suap pada pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Riau I.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan kasus tersebut tidak akan mengganggu target pembangunan infrastruktur kelistrikan 35.000 Megawat (MW)t yang telah digaungkan Pemerintahan Jokowi sejak awal menjabat. Kapasitas PLTU mulut tambang Riau I sebesar 2x300 Megawatt.

"Kalau lihat kapasitas PLTU-nya berapa tuh, kan target kita 35.000 MW. Pemerintahg tetap dalam fokus untuk melistriki sebesar-besarnya. Kita fokus menyelesaikan 35.000 Megawatt," kata Ego di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juli 2018.

Sementara itu, PT PLN (Persero) menghentikan sementara proyek PLTU mulut tambang Riau I menyusul adanya dugaan kasus suap yang menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dengan pemilik PT Blackgold Natural Resources.

Dirut PLN Sofyan Basir yang rumahnya juga sempat digeledah KPK mengatakan proyek dengan nilai investasi USD900 juta itu belum disepakati selama hampir dua tahun pembahasan.

"Karena ada kasus hukum, maka proyek ini kami breakdown sementara untuk dilakukan kajian-kajian khusus," tutur Sofyan.

PLTU mulut tambang Riau I merupakan proyek penunjukkan langsung yang diserahkan pada anak usaha PLN PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) sejak dua tahun lalu. PJB telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan konsorsium PT Samantaka Batubara dan China Huadian Engineering guna mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) pada Januari 2018 lalu.


(SAW)