BBM untuk Pertemuan IMF-Bank Dunia Terjamin

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 05 Oct 2018 13:11 WIB
pertaminaimf-world bank
BBM untuk Pertemuan IMF-Bank Dunia Terjamin
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Pertamina (Persero) menjamin ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas selama pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali. Lima Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) dan dua Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) pun disiagakan selama 24 jam sejak 8-14 Oktober 2018.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan lima TBBM yang disiagakan di antaranya TBBM Sanggaran, TBBM Manggis, TBBM Reo, TBBM Maumere, dan TBBM Ende. Sedangkan dua DPPU adalah DPPU Ngurah Rai dan DPPU Labuan Bajo.

"Semua TBBM ini siaga 24 jam dengan fasilitas existing dan ada juga fasilitas tambahan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama event berlangsung," kata Adiatma dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 Oktober 2018.

Adiatma memperkirakan akan terjadi lonjakan konsumsi BBM di Bali selama pelaksanaan pertemuan lembaga keuangan dunia ini dengan rata-rata 30 persen dari konsumsi harian. Puncaknya akan terjadi antara H-7 dan H+7 ketika delegasi dan peserta kegiatan tersebut mulai berdatangan hingga seminggu setelah acara puncak selesai.

Sebanyak 20 ribu peserta dari 189 negara rencananya akan menghadiri acara yang berlangsung dari 5-8 Oktober 2018. Pertamina mengantisipasi dengan menyiapkan fasilitas tambahan penyaluran pada TBBM dan SPBU ring 1 dari venue acara yang berada di Denpasar dan Bandung.

"Untuk Labuan Bajo diperkirakan terjadi kenaikan konsumsi 18,75 kiloliter (kl) per hari dengan asumsi 5.000 peserta yang akan berkunjung ke wilayah itu," jelas Adiatma.

Penyaluran avtur juga diperkirakan akan terjadi kenaikan 30 persen di DPPU Ngurah Rai. Dengan asumsi terjadi kenaikan penerbangan dari rata-rata 16 pesawat per jam menjadi 30-36 pesawat per jam. Sedangkan untuk DPPU Labuhan Bajo diperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penerbangan dari 15 pesawat per hari menjadi 48 pesawat per hari.

"Dengan 15 penerbangan penyaluran 15 kl per hari, maka dengan 48 penerbangan pesawat akan terjadi kenaikan menjadi 48 kl per hari," tutup dia.

 


(AHL)