PLN Lanjutkan Kembali Dua Proyek Mangkrak di Kalselteng

   •    Minggu, 19 Mar 2017 16:07 WIB
proyek 35.000 mw
PLN Lanjutkan Kembali Dua Proyek Mangkrak di Kalselteng
Illustrasi (ANTARA/Andika Wahyu).

Metrotvnews.com, Banjarmasin: PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah akan melanjutkan kembali dua proyek pembangkit yang  mangkrak di wilayah tersebut yaitu PLTU berkapasitas 2x7 megawatt (mw) di Kotabaru, Kalsel dan PLTU 2x25 mw di Sampit,  Kalteng. 

"PLN saat ini sedang melakukan asessment kelanjutan dua proyek pembangkit  yang mangkrak di Kotabaru dan Sampit," tutur General Manager PT PLN  Kalselteng, Purnomo, Minggu 19 Maret 2017. 

Dikatakan Purnomo, audit dan appraisal oleh BPK terhadap dua proyek tersebut sudah selesai. PLN saat ini sedang melakukan asessment kelanjutan pembangunan pembangkit mulai memetakan  kebutuhan secara rinci, menyusun rencana kerja dan anggaran biaya.

"Kita estimasi PLTU Kotabaru selesai pada 2018 dan PLTU Sampit pada 2019," tambahnya. 

Selain fokus penyelesaian dua pembangkit yang mangkrak, PLN Kalsel-Kalteng menargetkan proyek pembangunan pembangkit 35.000 mw di dua provinsi tersebut selesai pada 2020.

Dalam  proyek pembangkit 35.000 mw ini wilayah Kalsel dan Kalteng mendapat porsi 1.100 mw yang tersebar di sejumlah wilayah. Di Kalsel akan dibangun di tiga lokasi meliputi PLTU Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut unit 5 dan 6 dengan kapasitas masing-masing 100 mw, PLTU Tanjung, Kabupaten Tabalong berkapasitas 2x100 mw.

Kedua pembangkit  ini mengandalkan bahan bakar batubara, serta pembangkit  berbahan bakar gas yaitu PLTG Sungai Barito, Kabupaten Barito  Kuala berkapasitas 200 mw. 

Sedangkan di wilayah Kalteng akan dibangun sejumlah pembangkit yaitu PLTU Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas berkapasitas 2x100 mw, PLTU Kotawaringin Barat berkapasitas 2x100 mw dan PLTG Bangkanai (ekstensi) 140 mw. 

"Kesemua rencana  pembangunan pembangkit ini sudah masuk tahapan desain dan konstruksi awal dengan target penyelesaian bervariasi mulai 2018 hingga 2020," tambahnya. 

Menurut Purnomo dengan selesainya pembangunan proyek pembangkit 35.000 mw tersebut, maka kondisi kehandalan pasokan listrik PLN mengalami surplus yang cukup besar dan mampu mendukung pasokan pembangunan kawasan industri seperti kawasan ekonomi khusus di wilayah ini. Proyek pembangunan pembangkit 35.000 mw di Kalsel dan Kalteng ini diperkirakan menyedot anggaran hingga USD2 miliar.



(SAW)