Freeport Tunggu Pengumuman Relaksasi Ekspor Konsentrat

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 11 Jan 2017 16:07 WIB
ekspor minerbafreeport
Freeport Tunggu Pengumuman Relaksasi Ekspor Konsentrat
Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Freeport Indonesia menunggu keputusan pemerintah terkait dengan kelonggaran (relaksasi) ekspor mineral olahan (konsentrat) jenis tembaga sore ini.

Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan, keputusan ekspor konsentrat nanti akan memberikan kepastian Freeport terhadap jalannya operasi tambang di wilayah tambang emas Grasberg, Papua. Riza mengakui jika tidak diberikan izin ekspor konsentrat, maka kegiatan operasinya di Papua akan mengalami kendala.

Untuk itu, perusahaan asal Amerika Serikat ini pun menjanjikan akan lebih kooperatif kepada pemerintah jika diberikan kembali izin ekspor tersebut. Salah satunya pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral.




"Kami terus bekerja secara kooperatif dengan pemerintah untuk memastikan bahwa operasi kami dapat berjalan tanpa gangguan," kata Riza kepada Metrotvnews.com di Jakarta, Selasa (11/2/2017).

Saat ini, Freeport memang mengekspor sebagian besar konsentrat tembaganya keluar negeri. Hanya 40 persen yang terserap di dalam negeri. Seperti pada periode lalu yakni 8 Agustus 2016, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengluarkan izin ekspor konsentrat kepada Freeport dengan kuota 1,4 juta metrik ton dan kewajiban membayar bea keluar sebesar lima persen.

Asal tahu saja, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, bahwa keputusan izin ekspor konsentrat tersebut sudah diparaf oleh presiden. Rencananya sore ini akan diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA