DPR Respons Positif Pergeseran Konsumsi BBM

Achmad Zulfikar Fazli    •    Minggu, 18 Sep 2016 05:22 WIB
bbm bersubsidi
DPR Respons Positif Pergeseran Konsumsi BBM
Petugas SPBU mengisi bahan bakar kendaraan. (ANT/Andreas F A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat merespon positif atas perubahan perilaku pemilik kendaraan bermotor dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dari premium ke pertalite atau pertamax. Perubahan ini dinilai wajar karena masyarakat ingin BBM yang berkualitas dengan indikasi kadar oktan tinggi (RON 90 atau 92) ketimbang premium yang kadar oktannya rendah (RON 88). 

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Gerindra ?Harry Poernomo mengatakan, peningkatan konsumsi pertalite dan pertamax sangat positif. Hal ini mengindikasikan daya beli masyarakat meningkat dan makin sadar pentingnya kualitas BBM yang lebih baik. Di luar itu, perubahan perilaku ini juga menunjukkan kesadaran lingkungan telah meningkat.
?
“Berkurangnya penjualan premium di SPBU juga karena permintaan berkurang. Maka wajar bila mereka mengurangi pasokan. Pertamina pun tidak salah karena ini menyesuaikan dengan permintaan masyarakat yang turun,” ujar Harry dalam keterangannya yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (17/9/2016).

Menurut Harry, jika premium berkurang otomatis Pertamina harus menyesuaikan pasokannya agar lebih efisien. Hal itu juga tidak menyalahi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang  penyediaan, pendistribusian dan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM). Dalam Pepres tersebut, Pertamina ditugaskan untuk mendistribusi BBM jenis tertentu. 

Selain itu, Perpres tersebut juga mengatur tentang harga jual eceran. Namun, tidak diatur tentang kuota. Perpres hanya menyebutkan besarnya alokasi volume penugasan dan pendistribusian jenis BBM. Khusus penugasan, kata dia, ditetapkan oleh Badan Pengatur. 

Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Golkar Satya W Yudha mengakui telah adanya kesadaran masyarakat terhadap BBM yang berkualitas. Hal ini juga yang membuat konsumen beralih dari premium ke pertalite atau pertamax.

“Kalau nozzle premium yang dikurangi tidak ada masalah, apalagi itu ditunjang dengan kesadaran masyarakat yang menginginkan bensin dengan kualitas lebih bagus,” kata Satya. 

Baca: Kini Pengguna Premium Beralih ke Pertalite dan Pertamax

Data penyaluran BBM pada periode Agustus 2016 yang sebelumnya dirilis PT Pertamina (Persero) menunjukkan pertalite saat ini telah mengambil porsi sebesar 20,5 persen dari total konsumsi BBM dengan capaian sebesar 20 ribu kiloliter (kl) per hari atau naik 462 persen dari konsumsi Januari 2016 sebanyak 4.500 kl.
?
Kenaikan konsumsi juga dialami pertamax, mencapai 15,8 persen dengan penyerapan sekitar 15 ribu kl per hari atau naik 226 persen dari konsumsi pada Januari 2016 yakni 5.000 kl. Sementara itu, penyaluran BBM jenis premium turun 13 persen dari 70 ribu kl per hari pada awal 2016 menjadi 56 ribu kl atau 63,4 persen dari total konsumsi BBM.


Illustrasi Premium. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menegaskan konsistentensinya untuk menyediakan BBM jenis premium sesuai dengan permintaan masyarakat. Apalagi kebijakan penyaluran dan distribusi premium merupakan penugasan yang diamanatkan negara kepada Pertamina. 
 
“Meskipun penjualan pertalite dan pertamax terus meningkat, Pertamina tetap konsisten menyiapkan premium,” tegas Wianda. 

Baca: Ini Dampak Bila Premium Dihapuskan

Menurut Wianda, Pertamina akan selalu berkoordinasi dengan Direktorat Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait penyaluran premium dan kondisi di lapangan. 

Namun, dia menambahkan, sesuai dengan Pepres saat ini tidak ada lagi kuota BBM penugasan yang mengikat. Pepres tersebut telah menetapkan penugasan distribusi BBM jenis tertentu kepada Pertamina. 

“Kembali lagi kita harus mengacu kepada permintaan masyarakat tapi tetap saja premium harus tetap disediakan di beberapa SPBU yang memang masih ada konsumsinya oleh sebagian masyarakat,” tandas Wianda.


(AZF)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA